selamat berkunjung di lautan hati,
tempat berbagi, menyelami, memberi
...
just have fun.



Dzulhijjah 1438: Pemaknaan Sederhana dan Mendalam

Posted by Lautan Hati Oela Monday, 18 September 2017 0 comments
 Sebagai manusia yang sejatinya difungsikan sebagai kholifah, harusnya saya selalu mampu belajar banyak tentang banyak hal. Terlebih dalam momentum Dzulhijjah ini, maka saya harus belajar memaknainya dengan benar. Dan, tanpa saya sadari ternyata Allah mempertemukan saya dengan tulisan seorang senior dulu di kampus. Dengan mudah  tanpa resah, tangan saya serasa digerakkan untuk segera membuka postingan sang senior di salah satu acount media sosialnya. Perlahan saya baca dan mencoba memahami.... Ah, ini tulisan, catatan, sekaligus refleksi yang sangat bermakna buat saya..... Begini secara lengkap tulisan sang senior saya;


Idul Adha adalah representasi dialektika batiniyah antara hamba dengan Tuhannya. Memperingati Idul Qurban sama halnya dengan merayakan simbolisme kedekatan Sang kekasih (Kholilullah) dengan Sang Pencipta. Menyambut hari raya yang tepat di 10 Dzulhijjah ini tak ubahnya dengan selebrasi kelulusan hamba atas ujian menjawab atribut ke-aku-an dalam diri. Pendek kata, Idul Adha niscaya diletakkan sebagai titik hitung (ceck point) dalam proses membaca diri, menelaah, menganalisa, mengkritisi dan mendidik diri. Maka hari raya idul adha hanya akan menjadi rutinitas tahunan 'bagi-bagi daging', apabila semata dipahami sebagai upacara syar'i penyembelihan hewan kurban.

Pertama, sebagai dialektika batiniyah. Sebagai sang mesias yang mendapat julukan kekasih Allah (Kholilullah), Ibrahim mengalami mimpi aneh. Sebuah mimpi agar ia menyembelih anaknya sendiri, Ismail. Mimpi itu menantang Ibrahim membuktikan prosentase cintanya, lebih besar mana: antara cinta kepada anak ataukah cintanya kepada Tuhan. Ibrahim gelisah, ragu dan sekaligus bimbang. Gelisah akan kecintaan kepada sang anak. Ragu dan bimbang apakah ini benar2 perintah langsung dari Sang Pencipta. Dari sudut manusiawi, kegelisahan Ibrahim ini wajar, bagaimana mungkin tega menyembelih anak yang amat dicintainya. Demikian halnya, keraguannya pun manusiawi: 'masak iya' Tuhan sekejam itu menyuruhnya menyembelih anaknya. Jangan2 mimpi itu hanyalah hasutan iblis. Ibrahim pun merenung, ber-tadabbur, dan ber-muhasabah.
Mengapa harus melalui mimpi? Agar tidak ada keraguan dalam diri Ibrahim, bukankah Tuhan dapat memerintahkan malaikat untuk memberitahu Ibrahim? Tuhan bahkan bisa langsung memberitahu Ibrahim? Bagi saya, mimpi yang dipilih Tuhan untuk menyapa Ibrahim adalah ruang jeda atas kebutuhan melakukan permenungan. Dalam hidup, kita butuh jeda untuk permenungan semacam itu. Jeda dibutuhkan sebagai ruang kosong (kesunyian) dalam upaya ijtihad dialektis menemukan diri sebagai hamba (identitas) dan untuk menjumpai diri sejati (personalitas).
Dari permenungan mimpi itu, Ibrahim memperoleh pelajaran kehidupan bahwa anak yang ia miliki bukanlah hak milik, demikian pula harta, tahta dan status sosial. Semua yang ia punya sejatinya hanyalah sebuah 'pinjaman' dari sang Pencipta. Semua itu milik Tuhan semata.
Proses dialektika batin Ibrahim dipertaruhkan: apakah lebih mementingkan ego (pengakuan kepemilikan dan keakuan) ataukah mengutamakan kediriannya sebagai hamba yang tdk tahu apa-apa, tdk punya apa-apa, dan tdk bisa apa-apa. Sebuah kesadaran bahwa dunia ibarat sinetron komedi yang menyajikan skenario permainan dan lelucon (la'ibun wa lahwun). Proses permenungan ini lantas dinamakan 'tarwiyah' (berpikir/bermenung). Kita mengabadikan hal itu dengan puasa tarwiyah pada 8 Dzulhijjah.

Kedua, simbolisme kedekatan antara kekasih dengan Sang Pencipta. Telah dinyatakan dalam berbagai kitab suci agama-agama, bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dan paling dicintai. Seisi alam raya semata fasilitas, hiburan dan aksesoris yang dipersembahkan Tuhan untuk manusia. Saking cintanya kepada manusia, sampai-sampai Dia sendiri mendaulat manusia sebagai 'Wakil Tuhan di muka bumi' (Innii ja'ilun fil ardhi Kholifah). Maka manusia adalah ciptaan 'terkasih' Tuhan. Meski mempunyai banyak nama, tetapi Tuhan menegaskan kehadiranNya ditengah manusia sebagai Yang Maha Kasih dan Yang Maha Sayang, baik sebagai 'Arrahman' (kasih sayang yang meluas) maupun sebagai 'Arrahim' (kasih sayang yang mendalam).
Bisa jadi, perintah penyembelihan Ismail oleh Ibrahim melalui mimpi itu merupakan teguran sayangnya Tuhan kepada hambaNya. Jangan sampai jalinan cinta kasih yang terhubung antara hamba dan Tuhan itu terkontaminasi oleh kecintaan duniawi. Agar sinergi kontinum sistem alam raya selalu berpihak pada manusia. Sebab alam raya berjalan dalam sistem pengagungan kepada Tuhan (tasbih): 'Sabbaha lillahi ma fissamawati wama fil ardhi.' Dengan kata lain, jika ada ciptaan yang tidak mengagungkan Sang Penciptanya, maka ciptaan ini akan mengalami anomali (rusak dan menyimpang). Pada konteks inilah Tuhan memperingatkan Ibrahim selaku ciptaan terkasihNya.
Layaknya hubungan cinta dan kasih sayang, selalu ada cemburu. Seperti pepatah bilang, "cemburu adalah tanda cinta." Demikian halnya Tuhan. Dia Maha Cemburu. Ya, Tuhan memang Maha Pencemburu. Sebab laknatNya diberikan kepada ciptaan yang mengingkari cinta kasihNya (wa lain kafartum inna 'adzabii lasyadid). Bahkan saking cemburunya, Dia mengutuk perbuatan menduakanNya (menyekutukan/syirik): Innasy syirka la dulmun 'adhim. Barangkali atas dasar tanda cinta yang bernama cemburu inilah, Tuhan memperingatkan Ibrahim. Demikian gambaran simbolik kedekatan dan kemesraan antara hamba dan Tuhannya.

Ketiga, selebrasi kelulusan mengatasi atribut pengakuan dan keakuan. Seharian penuh Ibrahim galau dan gundah memikirkan mimpinya, dalam proses permenungan itu kehadiran iblis begitu dominan menguji kecintaan Ibrahim kepada Tuhan. Ditengah kegalauan, ibrahim bermimpi untuk kesekian kalinya. Hingga tumbuh keyakinan bahwa mimpi ini jelas perintah Allah. akhirnya, diceritakanlah mimpinya kepada sang istri, siti Hajar (ibu Ismail). Hajar berkata tulus ikhlas menekan segala cinta dunia, "Kalau memang menyembelih Ismail adalah perintah dariNya, maka harus dilaksanakan, tanpa ragu tanpa takut." Demikian halnya Ismail saat diberitahu sang ayah. Dengan penuh penerimaan Ismail menyetujui perintah tersebut dan menutup persetujuannya dengan kalimat indah, "Insya Allah ayah akan menemukanku dalam golongan orang-orang sholeh" (satajiduni insya Allah minash sholihin). Dialog antara ayah, ibu dan anak ini jelas menggambarkan tiga nilai kehidupan sekaligus, yakni: keyakinan, kepasrahan dan penerimaan.
Mendudukkan (nglungguhno/wuquf) tiga nilai kehidupan (yakin, pasrah, dan nerima) itu akan memosisikan kesadaran dalam upaya mengetahui (arafah) posisi diri. Dengan begitu, segala atribut pengakuan dan keakuan secara otomatis akan tersingkir seiring teguhnya dimensi penghambaan. Maka itu, kita memperingati puasa arafah yang artinya mengerti, yakni mengerti posisi hamba dalam upaya penyatuan (tauhid) dengan Tuhannya. Puasa arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Setelah melakukan permenungan (tarwiyah) dan mendudukkan (wuquf) pengertian-pemahaman (arafah), lengkaplah sudah dimensi uluhiyah dalam diri sang hamba. Maka menyembelih hewan kurban dapat dimaknai sebagai simbolisasi penyembelihan nafsu hewani yang ada dalam diri manusia. Nafsu hewani yang dapat mewujud dalam kerakusan, egoisme, homo homini lupus, maupun adigang-adigung-adiguna harus disembelih dan diputuskan dari urat nadi mentalitas dan perilaku kita. Sehingga akhirnya akan mengonversi pikiran, perasaan dan hawa nafsu menjadi akal, hati dan ruh. Dengan begitu, kita akan semakin dekat dengan sang Pencipta, sebagaimana arti qurban yang berasal dari kata qoroba-yaqrobu-qurban (dekat/kedekatan). 'Ala kulli hal, Idul Adha adalah momentum wisuda dan penerimaan ijazah kelulusan pencapaian manusia pada kesejatian diri melalui kesadaran tauhid (penyatuan). Semoga Allah senantiasa menganugerahi kita izin, ridho dan hidayahNya, Amiin. Wallahu A'lam bishowab. 

sumber asli tulisan bisa dibaca di: https://www.facebook.com/zainal.luthfi.5/posts/
Maka terimakasih untuk sang senior :)

Baca Selengkapnya ....

Dzulhijjah 1438: Dengan berqurban, tingkatkan iman dan ketaqwaan

Posted by Lautan Hati Oela Friday, 15 September 2017 0 comments
Idul Adha atau yang biasa disebut Idul Qurban memang banyak memberi kesan dan hikmah pelajaran. Setiap tahunnya, kesan dan pelajaran hidup yang dihadirkan pada moment Idul Adha pasti berbeda. Disadari atau tidak, setiap kita akan mengalami kesan dan pesan moral atau bahkan pelajaran hidup yang (mungkin) saja tidak didapat sebelumnya, Ya... begitulah Idul Adha, penuh kesan beragam dan sarat makna.

Tahun 1438 ini, Sekolah Taruna Dra. Zulaeha menyelenggarkan ibadah qurban pada 13 Dzulhijjah 1438 atau 4 September 2017 tepat hari Senin. Seperti idul quban di tahun tahun sebelumnya, Sekolah Taruna mengumpulkan dana dari siswa siswi  untuk kemudian diwujudkan berupa hewan qurban. Hal itu sejatinya sebagai pembelajaran bagi para siswa, bahwa berbagi itu merupakan hal yang sangat dianjurkan dan tentu akan membawa efek positif bagi diri kita, juga sekitar kita. Namun yang perlu dipahami adalah, makna idul adha atau idul qurban sesungguhnya tidak hanya sekedar bagi-bagi daging saja. Lebih dari  itu,  qurban adalah momentum untuk kita lebih mendekatkan diri pada Allah, untuk kita membuang egosentris diri, dan sekaligus mengenang peristiwa bersejarah tentang keihklasan seorang hamba (Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail) dalam menjalankan perintahNya.



Di Sekolah Taruna, yang membuat qurban tahun ini (dzulhijjah 1438) berbeda dengan tahun tahun sebelumnya adalah kepanitiann dan susunan kegiatan atau ceremonial yang berlangsung dan mengiringi acara penyembelihan qurban.
Tidak seperti tahun-tahun sebelumnua, pada tahun 1438H ini, ceremonial diikuti oleh siswa-siswi kelass 6, 7, 8, 9, 10. Sedangkan tahun-tahun sebelumnya, ceremonial pada idul qurban dan penyembelihan hewan qurban hanya diikuti oleh perwakilan OSIS saja.

Di idul qurban 1438, siswa-siswi yang mengikuti ceremonial lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Tepat pukul 6.30 OSIS sudah menyiapkan tempat ceremonial. Sembari menunggu siswa-siswi lain berkumpul, OSIS melantunkan takbir bersama. Hingga akhirnya pada pukul 06.45 setelah siswa dan dewan guru beserta pengurus yayasan berkumpul, maka acara ceremonial idul qurban 1438 Sekolah Taruna dimulai.

Acara berjalan dengan khidmat. Mulai dari pembukaan, laporan ketua panitia, sambutan ketua yayasan, serah terima hewan qurban dari ketua yayasan kepada ketua panitia, dan ditutup dengan doa bersama. Setelah doa bersama, siswa-siswi bersama-sama menggiring hewan qurban menuju tempat penyembelihan. Selama perjalanan membawa hewan qurban tersebut, lagi-lagi semua siswa melantunkan takbir bersama.
Maka setelah sampai di tempat penyembelihan, hewan qurban yang tidak kurang dari empat ekor sapi, delapan ekor kambing segera disembelih. Setelah penyembelih selesai melaksanakan tugas penyembelihannya, hewan qurban  pun dikuliti dan dipotong-potong untuk kemudian dimasukkan dalam kantong-kantong kemasan. Kegiatan memotong dan mengemas dilakukan oleh para siswa dengan dipandu bapak ibu guru. 
Maka setelah selesai dikemas dalam kanting plasti warna putih, daging qurban pun segera didistribusikan. Begitulah, kegiatan idul qurban mulai dari ceremonial pembukaan, penyembelihan pemotongan, pengemasan, dan pendistribusian hewan qurban berjalan dengan baik dan lancar. Alhamdulillah. Semoga kegiatan tersebut mampu menjadi pembelajaran bagi siswa-siswi dan sekaligus juga mampu meningkatkan iman dan ketaqwaan.

Baca Selengkapnya ....

Seruan Seorang Hamba

Posted by Lautan Hati Oela Thursday, 10 August 2017 0 comments


Allah.......

Anugerahilah aku perpisahan total
dari yang selain Engkau.
Dan anugerahilah aku
keterikatan padaMu
serta cerahkanlah pandangan hatiku
dengan pandangan yang senantiasa menatapMu

Sehingga terkoyaklah hijab cahaya
dan tercapailah mata air kecemerlangan
dan jiwaku tercekam oleh cemerlangnya kesucian Mu

Jadikanlah aku salah satu dari orang yang menjawab
tatkala Engkau memanggilku
dan menyebut-nyebut kemegahanMu


Baca Selengkapnya ....

Seruan Seorang Hamba

Posted by Lautan Hati Oela Wednesday, 9 August 2017 0 comments


Ya Allah.......
Dzat yang tak akan mengecewakan
orang yang memohon kepadaNya

Duhai dzat yang tak akan menolak
permohonan hambaNya
Duhai dzat yang tatkala berkata sesuatu
"jadilah" maka "jadilah ia"
Duhai dzat yang urusannya
diantara "kaf" dan "nun"

Aku memohon kepadaMu akan hidayah,
ketakwaan, keterpeliharaan, dan kecukupan.
Dan aku memohon kepadaMu kebahagiaan surga
dan keselamatan dari api neraka

Dan aku memohon kepadaMu
berkawan dengan orang-orang yang terpilih,
orang-orang yang baik,
dan orang-orang yang sholih.

Engkau dekat dengan kami,
dan memenuhi permintaan kami.
Sayangilah orang-orang yang lemah diantara kami
Tegarkanlah kami
Kuasakanlah urusan kami
Curahkanlah rahmatMu kepada junjungan kami, Muhammad SAW
beserta keluarga dan para sahabatnya.
Tanamkanlah iman di hati kami
Tancapkanlah kebajikan di jiwa kami
dan tunjukilah kami jalan kebaikan

Baca Selengkapnya ....

Lirik Lagu Asal Kau Bahagia : Armada

Posted by Lautan Hati Oela Thursday, 15 June 2017 0 comments
Sebuah lagu yang sangat menyentuh dan berasa dalem banget. Pertama kali mendengar potongan lagu ini di time line facebook. Seorang teman mengirim cuplikan video lagu berjudul Asal Kau Bahagia. Pertama mendengarnya seketika terhanyut dan terbawa perasaan. 
Akhirnya, karena penasaran maka segera googling dan browsing versi komplit lagu asal kau bahagia milik Armada band.



Setelah mendengar beberapa kali dan terus menerus hanyut terbawa perasaan, hingga akhirnya sedikit mampu menghafal liriknya.
 
Maka berikut lirik lagu Asal Kau Bahagia; Armada

Asal Kau Bahagia


Yaaaang.... kemarin ku melihatmu
kau bertemu dengannya.
Ku rasa sekarang kau masih 
memikirkan tentang dia.

Apa kurangnya aku didalam hidupmu
Hingga kau curangi aku

Katakanlah sekarang bahwa kau tak bahagia
Aku punya ragamu,
tapi tidak hatimu.

Kau tak perlu berbohong,
kau masih menginginkannya.
Ku rela kau dengannya,
asalkan kau bahagia 

Yaank... kurasa sekarang kau masih memikirkan tentang dia

Apa kurangnya aku didalam hidupmu
Hingga kau curangi aku

Katakanlah sekarang bahwa kau tak bahagia
Aku punya ragamu
tapi tidak hatimu

Kau tak perlu berbohong
kau masih menginginkannya

Ku rela kau bahagia
Asalkan kau bahagia


***********
 

Baca Selengkapnya ....

Lirik Lagu Kekasih Bayangan : Cakra Khan

Posted by Lautan Hati Oela Monday, 12 June 2017 0 comments
Pertama mendengar lagu ini saat nonton TV, di suatu acara reality show yang backsound nya lagu ini. Saat itu hanya sepintas saja mendengarnya, tidak secara utuh. Jadi awalnya masih bingung juga, lagu itu judulnya apa. Kalau penyanyi, dari suaranya mah sudah bisa dikenali, karena suara Cakra Khan memang unik dan bisa dikenal berbeda dengan penyanyi penyanyi lainnya.



Setelah sekilas mendengar suara penyanyi Cakra Khan, akhirnya menyimpulkan sendiri judul lagu itu dan bergegas googling. Dalam hati dan keyakian saat itu menyebutkan bahwa judul lagu itu adalah kekasih bayangan. Sunggu, itu hanya menerka nerka saja... :)
Maka kemudian bersegera ketik nama cakra khan kekasih bayangan di layar pencarian google. Akhirnya muncullah opsi download mp3 Cakra Kan kekasih bayangan.
Setelah beberapa kali mendengarnya, maka berikut ini lirik lagu Kekasih Bayangan; Cakra Kan...


Padamu, pemilik hati yang tak pernah kumiliki
Yang hadir sebagai bagian dari kisah hidupku
Engkau aku cinta dengan segenap rasa di hati
Slalu ku mencoba menjadi sperti yang engkau minta


Aku tahu engkau sebenarnya tahu
Tapi kau memilih seolah engkau tak tahu
Kau sembunyikan rasa cintaku
Dibalik topeng persahabatanmu yang palsu


Kau jadikan aku kekasih bayangan
untuk menemani saat kau merasa sepi
Bertahun lamanya
kujalani kisah cinta sendiri


Mungkin memang benar
cinta itu tak lagi berharga
Semua percuma
bila engkau tak punyai harta
  

Aku tahu engkau sebenarnya tahu
Tapi kau memilih seolah engkau tak tahu
Kau sembunyikan rasa cintaku
Dibalik topeng persahabatnmu yang palsu


****************

Baca Selengkapnya ....

Mengenal lebih dalam istilah Infaq, Zakat, Shodaqoh, Wakaf, Hibah, dan Hadiah

Posted by Lautan Hati Oela Saturday, 10 June 2017 0 comments
Sebagai muslim, kita mengenal beberapa istilah terkait dengan hal-hal atau kegiatan pembelanjaan. Ada istilah yang umum kita dengar yaitu infaq. Selain infaq, ada kata lain semisal shodaqah, zakat, wakafhibah, dan hadiah. Kata-kata tersebut merupakan kegiatan pembelanjaan, penafkahan, dan pengeluaran. Namun pada tiap-tiap kata memiliki definisi dan esensi yang berbeda.
Nah untuk lebih megenalnya, mungkin sekilas pembahasan berikut dapat membantu. Mari kita coba bahas satu persatu... Semoga dapat kita ambil ibrah dan hikmah dari pembahasan kali ini. 
Yuhu...... kita mulai dari kata infak dulu. Baru kemudian kata-kata berikutnya.

1. INFAK
Secara bahasa, infak artinya pembelanjaan, pengeluaran, menafkahkan. Maka dari definisi tersebut, kata infak merupakan kegiatan penafkahan, pengeluaran dalam segala hal dan untuk berbagai tujuan.Infaq bisa meliputi segala jenis pembelanjaan dan/atau pengeluaran. Maka ketika kita membelanjakan atau mengeluarkan harta atau uang kita untuk berbagai tujuan dan kepentingan, maka itu sudah termasuk kegiatan infaq. Dengan demikian, infak merupakan kegiatan pembelanjaan yang bisa berupa apapun. Suami yang membiayai keperluan istri dan anaknya, hal itu sudah masuk kategori infak.

2. SHODAQOH
Shodaqoh atau yang dalam bahasa sehari-hari kita disebut sedekah adalah pemberian seseorang kepada orang lain yang tidak hanya terbatas pada materi. Jadi hal-hal apapun selain materi, jika hal itu diberikan dari seseorang pada yang lain, maka hal itu disebut dengan shodaqoh atau sedekah. Merujuk pada hadits nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa; "kalimat yang baik itu adalah shodaqoh", maka kegiatan shodaqoh/sedekah itu tidak terbatas pada uang atau materi saja. Ketika kita telah memberikan perkataan dan ucapan yang baik kepada orang lain maka hal itu sudah masuk kategori shodaqoh.

3. ZAKAT
Zakat secara bahasa artinya suci, mensucikan jiwa. Sedangkan secara istilah, zakat adalah kadar harta tertentu yang dikeluarkan oleh muzakki (orang yang wajib zakat), kepada mustahiq (orang yang berhak menerima zakat) sesuai syarat dan ketentuannya. Dalam hal zakat, ada beberapa istilah dan syarat yaitu kadar, nishob, dan haul. Jadi, bisa disebut zakat jika harta yang dikeluarkan itu sudah memenuhi nishob, dalam satu haul, dan sesuai kadarnya. Penyaluran atau distribusi zakat itu harus benar-benar tepat sasaran, bahwa zakat itu hanya diperuntukkan bagi para mustahiq yang terdiri dari delapan golongan. Pemberian kepada selain 8 golongan mustahiq itu tidak bisa disebut kegiatan atau istilah zakat.
Ada beberapa perbedaan antara zakat dengan macam-macam infak yang lain. Diantara perbedaan itu antara lain :
Pertama, Zakat adalah perintah yang wajib (harus) dilaksanakan. Sedangkan infaq adalah sunnah muakkadah (perbuatan sunnah yang sangat dianjurkan).
Kedua, Zakat ditujukan (diwajibkan) kepada orang-orang muslim yang memiliki harta minimal sudah mencapai nishab (batas minimal harta terkena zakat). Sedangkan infaq dianjurkan kepada setiap muslim, baik yang mampu maupun yang kurang mampu.
Ketiga, Besarnya zakat yang harus dikeluarkan sudah ditentukan (ada yang 2,5 %, 5 %, 10 % atau  20 %) tergantung jenis zakatnya. Sedangkan besarnya infaq tidak ditentukan, berapapun bisa.
Keempat, Zakat dikeluarkan pada waktu tertentu (misal; setahun sekali untuk zakat emas-perak dan perdagangan, setiap masa panen untuk zakat pertanian atau bisa sebulan sekali untuk zakat profesi). Sedangkan infaq bisa dilakukan kapan saja, tidak mengenal waktu, baik dalam keadaan lapang maupun sempit.
Kelima, Zakat khusus diperuntukkan bagi 8 (delapan) golongan (Faqir, Miskin, Amil, Muallaf, Riqab, Gharimin, Fii Sabilillah dan Ibnu Sabil) sesuai dengan firman Allah dalam QS. At-Taubah: 60. Sedangkan infaq bisa diberikan kepada siapa saja.


4. WAKAF
Secara bahasa, wakaf artinya menahan, membekukan. Secara istilah, wakaf adalah menahan atau membekukan kepemilikan terhadap harta yang sifatnya kekal, untuk diberikan kepada orang lain atau masyarakat agar bisa digunakan manfaatnya untuk kemashlahatan umat.

5. HIBAH
Hibah adalah kegiatan memberikan sesuatu kepada orang lain berdasarkan rasa iba, dan/atau kasih sayang. Pemberian ini bersifat keduniawian, dan biasanya dalam bentuk barang tidak bergerak. Kegiatan hibah ini tidak membutuhkan syarat-syarat dan tata cara tertentu dalam pelaksanannya.

6. HADIAH
Hadiah adalah pemberian seseorang kepada orang lain berdasarkan unsur kedekatan, kesukaan, dan/atau kecintaan. Kegiatan pemberian ini juga didasarkan atas keadaan atau peristiwa tertentu. Pada praktiknya, hadiah merupakan pemberian yang tidak diperlukan syarat-syarat dan tata cara tertentu.


Demikian pengertian dan perbedaan beberapa jenis kegiatan pembelanjaan dalam Islam. Semoga bermanfaat dan dapat memberikan gambaran, bahwa terdapat perbedaan istilah yang termasuk jenis kegiatan pembelanjaan dalam Islam. Ada jenis kegiatan pembelanjaan yang pada kenyataannya berbeda arti dan fungsi pada masing-masing istilah. Bahwa terdapat jenis pembelanjaan (infaq) yang berbeda. Antara zakat, shodaqoh, wakaf, hibah, dan hadiah senyatanya memiliki arti dan fungsi yang berbeda dalam praktiknya.
Semoga bermanfaat ...  :)



*disarikan dari berbagai sumber*

Baca Selengkapnya ....
Cara Buat Email Di Google | Copyright of Lautan Hati Oela.