Menakar Potensi Kepemimpinan Diri
Baca Selengkapnya ....
Puisi "99 Untuk Tuhanku" karya Emha Ainun Nadjib
14
99 untuk Tuhanku
Tuhanku
kapan jiwaku bisa tangguh
seperti kebisuanMu
hingga mau menangis atau tertawa,
mau bersedih atau bahagia
hanyalah jika aku menghendakinya
Baca Selengkapnya ....
Manfaat dan Kebaikan Berbagi itu Tidak Sekedar Materi
Buku Harian Perempuan
![]() |
| Buku Harian Perempuan |
WA di 081287602508
Happy shopping & reading
Enjoy your day, guys
Baca Selengkapnya ....
Musikalisasi Puisi: 99 Untuk Tuhanku (5); Emha Ainun Nadjib
Tuhanku
berdekatankah kita
sedang rasa teramat jauh
Tapi berjauhankah kita
sedang rasa teramat dekat.
Seperti langit dan warna biru
seperti sepi menyeru
Kekasih
Kau kandung aku
kukandung Engkau
seperti mengandung mimpi
terendam di kepala
tapi sayup tak terhingga
hanya sunyi
mengajari kita
untuk
tak mendua.
-----------------
Puisi urutan ke 5 dalam buku puisi 99 Untuk Tuhanku karya Emha Ainun Nadjib.
Bisa cek versi youtube nya di:
https://youtu.be/_4DvuOW5Ny4
Baca Selengkapnya ....
ZAKAT FITRAH DAN MAAL
![]() |
| beberapa detik menjelang distribusi zakat fitrah SMP N 7 Probolinggo |
Baca Selengkapnya ....
PUASA RAMADHAN DAN PUASA SUNNAH
Baca Selengkapnya ....
Tipologi Kepemimpinan Pendidikan dan Kinerja Guru (Sebuah Upaya Peningkatan Kinerja Guru melalui Gaya atau Tipologi Pemimpin)
Baca Selengkapnya ....
Kepemimpinan dalam Lembaga Pendidikan
Baca Selengkapnya ....
Teori dan Gaya Kepemimpinan
Baca Selengkapnya ....
Sejenak Meresah
Tuhan.... dengan kualitas pribadi dan ibadah ku yang serendah ini, aku tahu bahwa aku (rasanya) tak layak mendapatkan perhatian Mu secara berlebih. Tapi jujur aku harus akui, bahwa kini aku sungguh lelah, penat, jengah, dan ingin lebih bermanfaat lagi dari sekarang ini, lebih bisa mengembangkan potensi.
Tuhan... mohon berkenan... jadikanlah aku sebagai sebaik-baik alat bagi Mu,
yang bisa menebar manfaat bagi lebih banyak umat, yang tidak hanya terkungkung dalam kandang layaknya yang sekarang ini, yang bisa lebih banyak berkarya dan menginspirasi, yang bisa dengan mudah membantu sesama yang membutuhkan, yang tidak hanya sejahtera sendirian tapi juga mensejahterakan....
Mohon Tuhan... semoga Engkau berkenan memberikan semua itu...
Semoga menurutMu, aku benar-benar layak mendapatkan itu ....
Berikan aku tempat pengabdian yang jauh lebih baik, Tuhan....
Jadikan aku sebagai sebaik-baik alat bagi Mu.
Mohon dengan sangat....
Jadikan aku pribadi yang lebih bermanfaat bagi lebih banyak umat
Tuhan.... letakkan aku dalam kehendakMu....
Baca Selengkapnya ....
Maiyah Bromo; Mentadabburi Daur - Esai "Doaku Dosaku"
Di kalangan lingkaran Miayah Bromo, mentadabburi "Doaku Dosaku" muncul ragam pendapat dan pandangan. Yang terpenting dari sekian pandangan dalam proses tadabbur Daur I ; Doaku Dosaku, bahwa esai yang sarat makna itu setidaknya mengajarkan untuk selalu berhati-hati dalam bertutur. Karena bisa jadi, Allah malah mengabulkan ucapan seseorang yang selaras dengan pikiran dan hatinya. Layaknya kalimat yang telah lazim beredar di khalayak, bahwa perkataan adalah doa. Maka bisa saja, ketika seseorang berkata, ada malaikat yang berada disisinya lantas kemudian mengaminkan sehingga akhirnya Allah mengabulkan perkataan itu. Mungkin, dari situ lah kemudian muncul kalimat 'Perkataan adalah Doa' atau juga 'Mulutmu Harimaumu'.
Sebuah kesimpulan yang bermula dari pertanyaan kemudian muncul dalam lingkar maiyah Bromo; "Keselarasan antara pikiran dan hati dalam berucap, bisa menjadi doa?" Kalimat itu muncul setelah sekian pandangan dan pendapat muncul bergantian. Sekian pendapat mengarah pada perkataan yang bisa saja menjadi doa. Berikut juga ada beberapa contoh nyata yang muncul dan disampaikan dalam lingkaran Maiyah Bromo. Bahwa tidak jarang contoh nyata dalam kehidupan yang melalui pernyataan dan ucapannya lantas Allah mewujudkan. Maka bukankah itu sudah cukup menjadi bukti bahwa perkataan mampu menjadi sebuah doa. Beragam pendapat dan contoh nyata orang-orang yang dimakbul ucapannya oleh Allah itu yang kemudian menggiring pada sebuah pertanyaan; mungkinkah keselarasan antara pikiran dan hati dalam berucap, bisa menjadi doa? Saat seseorang berucap dan ketika ia berkata, yang dikatakan itu sesuai antara isi hati dan pikirannya.... Ketika isi hati dan pikiran yang sama kemudian terlontar dalam ucapan, bisa saja menjadi doa. Maka bukan tidak mungkin jika Tuhan kemudian mengabulkan ucapan seseorang yang selaras dengan pikiran dan hatinya. Untuk itulah, sangat dibutuhkan kehati-hatian dalam ucapan, perkataan, dan perbuatan atau tindakan. Wallahu a'lam
Baca Selengkapnya ....
Sebuah Refleksi: Nobar film Istirahatlah Kata Kata oleh FKPK
Baca Selengkapnya ....
Memilih Pemimpin Ideal
Juni 2018 ini mungkin bisa menjadi salah satu bulan yang cukup memorable, di mana beberapa daerah akan melaksanakan pilkada secara serentak. Tidak kurang dari 150 kabupaten/kota yang akan menggelar pesta demokrasi pada tahun ini. Sehingga akan ada kepala daerah baru menggantikan kepala daerah sebelumnya. Itu artinya, media akan semakin ramai dihiasi beragam pembicaraan bertemakan pemilihan pemimpin, kepemimpinan, perpolitikan, dan hal-hal yang terkait dengannya. Semoga kalimat-kalimat satire dan saling sindir antar pendukung kandidat tidak marak di berbagai media sosial.
Pesimistis terhadap pemilihan pemimpin atau kepala daerah sejatinya masih dapat terasa. Hal itu setidaknya dapat diraba dari kurang maksimalnya partisipasi warga dalam menggunakan hak pilih. Entah berapa ragam cara dan sosialisasi yang digunakan sang penyelenggara pilkada demi meningkatkan keikutsertaan warga dalam menggunakan hak pilih, yang kemudian berujung pada peningkatan pendidikan politik warga.
Tidak sedikit masyarakat yang khawatir, jangan-jangan kandidat hanya tergiur pada nikmat kekuasaan, dan bukan benar-benar berpikir untuk mengabdikan kekuasaannya untuk masyarakat. Kekhawatiran itu cukup wajar, karena senyatanya di beberapa daerah, urusan pilkada ini terlihat buruk. Pilkada ibarat permainan dadu antara orang-orang yang itu-itu saja, yang hanya bergeser dari suami ke istri, dari bapak ke anak, atau dari buyut ke cicit. Di beberapa daerah, kandidat dalam pilkada hanya berkisar pada 4L (Lu lagi Lu Lagi). Tapi mungkin tidak semua kandidiat buruk. Bisa saja ada diantara mereka yang bersungguh-sungguh untuk mengabdikan dirinya bagi kemajuan daerah, sekaligus peningkatan kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya kelak.
Terminologi Kepemimpinan
Banyak definisi kepemimpinan yang bertebaran dari para pakar. Kepemimpinan sebagai konsep manajemen sejatinya dapat dirumuskan dalam berbagai definisi, tergantung dari mana titik tolak pemikirannya. Kepemimpinan bisa diartikan dengan kemampuan memengaruhi orang lain untuk bekerja keras, untuk bergerak mencapai tujuan bersama.
Kepemimpinan memiliki beberapa unsur pokok antara lain: kemampuan mempengaruhi, melibatkan orang lain dan situasi kelompok, kemampuan mengarahkan dan memotivasi tingkah laku orang lain atau kelompok, serta adanya kerja sama untuk mencapai tujuan.
Kemampuan dan proses mempengaruhi merupakan unsur penting dalam terminologi kepemimpinan. Hal itu setidaknya menandakan bahwa, orang yang memiliki kemampuan mempengaruhi sejatinya telah mempunyai kemampuan dasar kepemimpinan. Maka, seorang pemimpin setidaknya mampu mempengaruhi orang lain atau siapa pun yang dipimpinnya. Ukuran sebenarnya kepemimpinan adalah pengaruh. Jika tidak mempunyai pengaruh atau tidak memiliki kemampuan untuk mempengaruhi maka tidak akan dapat memimpin orang lain dengan mudah.
Terkait tipologi dan/atau gaya kepemimpinan, setidaknya ada empat gaya kepemimpinan yang lazim dan mafhum di kalangan khalayak, antara lain: Authoritarian (otoriter) yakni gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijaksanaan dari dirinya sendiri secara penuh. Keputusan adalah hak prerogatif pemimpin. Tidak ada satupun yang mampu menghalangi langkah dan keputusan pemimpin dengan tipe ini. Ada pula gaya kepemimpinan Democratic (demokratis) di mana pemimpin memberikan wewenang secara luas kepada orang atau tim yang dipimpinnya. Dalam gaya kepemimpinan ini, pemimpin memberi banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab bawahannya. Ada juga gaya kepemimpinan Laissez Faire (bebas) di mana pemimpin hanya terlibat dalam kuantitas kecil, sehingga para bawahan dan tim yang dipimpinnya secara aktif menentukan tujuan serta penyelesaian masalah yang dihadapi. Lantas ada gaya kepemimpinan Karismatis, yakni pemimpin memiliki kekuatan, energi, daya tarik, dan pembawaan yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain. Sehingga ia mempunyai pengikut yang banyak. Pemimpin jenis ini dianggap memiliki supernatural power. Totalitas kepemimpinan karismatis memancarkan pengaruh dan daya tarik yang cukup besar.
Begitulah sebagian kecil gaya atau tipologi kepemimpinan, di samping ada gaya kepemimpinan yang lain tentunya. Di antara berbagai gaya kepemimpinan yang ada, masing-masing memiliki kelemahan dan kelebihan tersendiri. Sehingga untuk menentukan gaya kepemimpinan yang paling tepat rasanya cukup sulit. Karena gaya kepemimpinan yang baik itu tergantung pada berbagai faktor yang mempengaruhinya.
Pemimpin: Pergulatan Identitas dan Entitas
Pemimpin sejatinya memiliki peran yang kompleks. Selain mampu memimpin dan mempengaruhi, pemimpin seharusnya bisa mengayomi, mengarahkan, mengedukasi, mengadvice. Lebih dari itu, pemimpin juga harus mampu membawa siapa pun yang dipimpinnya menuju keadaan yang lebih baik.
Dalam term pilkada yang akan digelar serentak beberapa bulan lagi, masyarakat senyatanya memiliki andil penting untuk menemukan sosok pemimpin ideal. Bagaimana tidak, keberlanjutan dan masa depan warga dalam sebuah daerah salah satunya bergantung pada bagaimana pemimpinnya. Kebijakan kebijakan pemimpin yang benar-benar berpihak pada kebaikan dan peningkatan kesejahteraan warga pada gilirannya akan membawa warga menuju masa depan yang lebih baik. Untuk itulah dibutuhkan keterlibatan dan ketepatan dalam memilih pemimpin ideal.
Anggapan negatif dan pesimistis terhadap pilkada seyogianya tidak lantas menjadikan warga bersifat apatis terhadap upaya peningkatan kesejahteraan dan keberlanjutan masa depan daerah. Kendati nyata terlihat hal-hal negatif dalam pilkada di beberapa daerah, semoga masyarakat masih tetap menaruh harapan positif terhadap sistem dan upaya menemukan pemimpin, demi memperbaiki masa depan warga dan generasi mendatang.
Mungkin sedikit saran dalam upaya memilih pemimpin ideal ini layak dipertimbangkan. Dalam menemukan pemimpin serta menggunakan hak pilih pada pilkada, cobalah cek dan kroscek kandidat yang ada. Setidaknya, melirik kandidat yang peduli terhadap pendidikan menjadi salah satu langkah yang sangat logis. Betapapun, orang yang peduli terhadap pendidikan berarti peduli kepada masa depan.
Masa depan daerah dan bangsa ini terletak di tangan anak-anak yang sekarang masih duduk di bangku sekolah. Jika institusi pendidikan mampu menyelenggarakan pendidikan yang baik dan berkualitas, hingga kemudian melahirkan manusia-manusia cerdas dan bijak. Betapa tenangnya kita membayangkan masa depan yang lebih baik. Maka kandidat yang mempunyai niat dan kesanggupan untuk menyelenggarakan pendidikan yang baik bagi seluruh warga patut dipertimbangkan.
Jika menilik karakter, dalam Islam sendiri disebutkan bahwa Rasulullah pernah memberikan kategori pemimpin atau kepala daerah yang ideal, di antaranya amanah, memperoleh jabatan dengan cara yang benar, serta memiliki kemampuan menunaikan tugas kepemimpinan. Seorang pemimpin itu wajib memiliki kemampuan untuk membuat kehidupan masyarakatnya menjadi lebih baik. Bahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari menyebutkan bahwa, “pemimpin yang tidak berusaha meningkatkan materi, akhlak, dan kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya maka tidak akan masuk surga.”
Bertolak dari ciri karakter pemimpin dalam Islam tersebut, maka sejatinya pemimpin itu bukanlah sebuah peran yang mudah. Jati diri pemimpin dengan beratnya peran serta tanggung jawabnya itu seharusnya mampu membuat entitas dan eksistensi seorang pemimpin benar-benar menebar manfaat dan keberkahan bagi masyarakat.
Kendati kontestasi politik di tahun ini cukup mampu melelahkan masyarakat, semoga kejenuhan terhadap pemilu tidak lantas melanda. Karena di tahun ini secara beruntun pilkada yang disusul dengan persiapan pileg, dan pilpres bisa saja kemudian membuat jenuh masyarakat terhadap pemilu. Sehingga melahirkan sifat apatis masyarakat terhadap keberlanjutan dan peningkatam masa depan bangsa.
Dengan mendasarkan pada pertimbangan yang matang, semoga pesta demokrasi yang digelar benar-benar mampu menjadi salah satu cara memilih pemimpin ideal, sehingga pada gilirannya kemudian mampu memperbaiki masa depan. Wallahu a’lam…
Baca Selengkapnya ....
Menakar Progresivitas Warga Melalui event “SEMIPRO (Seminggu di Probolinggo)”
Menakar Progresivitas Warga Melalui event SEMIPRO (Seminggu di Probolinggo)*
Sudah sangat akrab di telinga, event tahunan yang rutin digelar Pemerintah Kota Probolinggo untuk mendayagunakan potensi daerah. Semipro, yang merupakan kependekan dari kalimat Seminggu di kota Probolinggo senyatanya dari tahun ke tahun memiliki keunikan dan keragaman tersendiri. Setiap tahun dari awal mula digelar, Semipro selalu mengalami beragam perubahan, bahkan tema yang diusung pun selalu berbeda.
Kendati mengalami beragam perubahan atau mungkin inovasi, event Semipro dan segala hal yang terkait memang selayaknya mendapat perhatian lebih, untuk kemudian dievaluasi pada setiap akhir pelaksanaannya. Tujuan evaluasi tidak lain adalah untuk memperbaiki diri. Sehingga pada gelaran ke depan dan tahun-tahun berikutnya akan jauh lebih baik, serta semakin menebar kemanfaatan.
Ada perbedaan signifikan pada Semipro tahun ini yang resmi digelar sejak 28 Agustus sampai 4 September 2017. Perbedaan yang paling kental terlihat adalah sentuhan dan nilai religius didalamnya. Entah karena tahun ini bertepatan dengan peringatan Idul Adha, atau karena ada masukan dari berbagai pihak, atau memang inisiatif penyelenggara untuk lebih menekankan nuansa religiusitas dalam event tahunan itu. Bisa saja, penyelenggara belajar dari pengalaman di tahun sebelumnya, yang sempat muncul keriuhan bahkan keributan antar warga pada saat dan/atau pasca event Semipro. Sehingga pada Semipro tahun ini, ada beberapa item yang ditambah dengan sentuhan religi. Contohnya pada opening yang menyertakan musik religi, atau pada malam idul adha yang digelar takbir bersama. Lebih dari itu, pada 10 Dzulhijjah (1 September 2017) digelar pengajian Akbar di kawasan pusat event Semipro (baca: alun-alun).
Terlepas dari alasan yang melatar belakangi kentalnya nuansa religi pada event Semipro tahun ini, sejatinya warga memang membutuhkan semacam ‘terapi psikis’ atau pencerahan-pencerahan batin yang mampu menggugah dan mengarahkan hanya kepada hal-hal kebaikan. Sehingga efek domino yang muncul adalah kemampuan dan kemauan untuk memberi rasa aman terhadap orang lain. Jika hal itu mewujud dalam diri masing-masing warga, maka bukan tidak mungkin, kedamaian, keramahan, keteduhan, serta kerukunan menjadi icon warga Probolinggo. Dan pada saat yang sama, tentunya tindak kriminal akan mampu terkikis habis. Maka upaya menambah sentuhan religi sejatinya mampu menjadi nilai plus dalam event Semipro tahun ini. Salut!
Seperti biasa, event Semipro yang dipusatkan di alun-alun kota Probolinggo cukup menarik perhatian warga. Penyajian ragam seni budaya serta bermacam produk kuliner senyatanya mampu menyedot animo warga untuk ikut andil dan ambil bagian dalam event tahunan itu. Maka tentu saja, banyak hal yang perlu dipersiapkan dan diperhatikan demi suksesi event tersebut. Hal paling krusial yang perlu diperhatikan adalah tentang keamanan. Berdasar pada pengalaman sebelumnya, sempat terjadi kericuhan antar warga pada saat event Semipro berlangsung. Hal ini setidaknya berhubungan dengan kondisi psikologi dan tingkat emosional warga, selain jaminan keamanan yang masif dari penyelenggara tentunya. Maka kemudian faktor keamanan tidak bisa dinegasikan.
Selain sampah —entah bekas mainan, bungkus makanan atau yang lainnya— hal yang identik dengan gelaran Semipro adalah kemacetan. Meskipun tidak dalam kategori parah, kemacetan tetap saja menjadi hal yang kerap ‘mengganggu’. Dan tentu saja, salah satu hal yang erat kaitannya dengan kemacetan yang terkadang muncul pada event tahunan kota Probolinggo itu adalah lahan parkir. Senyatanya, lahan parkir merupakan sesuatu yang kemudian menjadi dualism object pada event Semipro. Di satu sisi, lahan parkir bisa menjadi ‘ladang pemasukan’ bagi warga sekitar alun-alun kota Probolinggo. Warga sekitar yang memiliki lahan kosong dan cukup luas, dapat dengan mudah merelakannya menjadi tempat parkir motor bagi pengunjung Semipro. Di sisi lain, beberapa warga yang sekaligus pemilik usaha (kafe atau toko) disekitar alun-alun tidak bersedia menyediakan tempat parkirnya untuk pengunjung Semipro. Dengan jelas, mereka meletakkan papan bertuliskan “bukan tempat parkir pengunjung Semipro”. Maka tak ayal, lahan parkir juga hal yang tidak kalah urgen untuk dikonsep-matangkan. Karena selain terkait dengan keamanan dan kenyaman pengunjung, hal itu juga berimbas pada kelancaran lalu lintas sekitar kawasan pusat event Semipro.
Arus lalu lintas di kawasan pusat Semipro (alun-alun) juga perlu diperhatikan. Lalu lintas disekitar kawasan parkir kendaraan harusnya lebih ditata rapi. Seandainya memang kawasan itu khusus untuk parkir, maka lalu lintas di kawasan itu seyogianya steril, tidak ada lagi kendaraaan yang lalu lalang di kawasan parkir kendaraan, bahkan dengan kendaraan plat merah sekalipun. Tentang kuliner yang disajikan, jenisnya sudah cukup beragam. Bermacam jenis kuliner berbagai etnik setiap hari ada, penyajiannya pun menarik. Namun masih saja banyak jenis yang harganya kurang ‘merakyat’. Ah... lagi lagi, itu hanya pendapat pribadi dan beberapa kawan yang –maklumlah— masih berkantong cekak.
Sedikit hal yang mungkin saja bisa menjadi bahan refleksi dan evaluasi adalah, dampak jangka panjang yang diberikan event Semipro terhadap warga, bukan hanya sekedar dampak institusional semata. Apa saja yang akan menjadi tujuan akhir event Semipro? Sudah mampukah event sekaliber Semipro melahirkan putra asli daerah yang expert dibidangnya (seni, budaya, kuliner, wawasan keilmuan-kepribadian dan kreatifitas lainnya), yang bisa terus mengakar dan menjalar bahkan selepas event Semipro berselang? Lantas seberapa progresif warga Probolinggo disaat, dan setelah event Semipro terlaksana? Jangan-jangan warga hanya (merasa) diberdayakan ketika event Semipro berlangsung, dan setelahnya akan kembali menjadi warga yang murung, tanpa keinginan serta kekuatan untuk terus maju memperbaiki diri dan kondisi pribadi? akankah warga hanya terberdaya dan progresif selama setahun sekali, seperti pelaksanaan Semipro? Atau memang Semipro hanya cukup pada peningkatan kunjungan wisatawan di Probolinggo, dan selebrasi warga untuk belanja, bermain, berlibur serta menghibur diri yang mungkin saja mengarah pada titik hedonisme belaka? Maka kemudian, sustainable effect dari event Semipro selayaknya juga mengarah pada progresivitas warga. Wallahua’lam...
*terbit di tabloid SUARA KOTA Probolinggo EDISI 08 tahun 2017
Baca Selengkapnya ....
Perempuan [Muslimah] Ideal
Perempuan merupakan makhluk indah yang diistemewakan Islam. Betapapun, Islam sangat menghormati dan memberi keistimewaan tersendiri terhadap perempuan. Hal itu terbukti dari sekian banyaknya ayat-ayat Al Qur’an yang membahas dan membicarakan tentang perempuan. Bahkan, ada satu surah dalam Al Qur’an yang namanya berarti “perempuan”, sebut saja surah An Nisa’.
Surah An Nisa’ yang berarti perempuan itu benar-benar membahas tentang perempuan dan berbagai aspek dalam kehidupannya. Mulai dari penciptaan perempuan, kedudukan dan peran perempuan, bagaimana perempuan dan keluarga, perempuan membina keluarga, sampai tentang ahli waris pun dibahas dalam surah An Nisa’. Dengan pembahasan yang rinci dan rigid tentang perempuan itu setidaknya telah membuktikan bahwa Allah benar-benar mengistimewakan perempuan.
Sejatinya, Islam sendiri telah memberikan gambaran ideal tentang perempuan muslimah. Bahwa selain menjaga aurat dan pandangan, indikasi perempuan muslimah juga dapat dilihat dari segi karakter. Al Qur’an sendiri telah menggambarkan perempuan muslimah ideal itu dengan simbol kemandirian politik, kemandirian ekonomi, kemandirian menentukan pilihan pribadi yang diyakini kebenarannya, bahkan kemandirian untuk menentukan serta mengemukakan pandangan.
Dalam QS Al Mumtahanah:12, Al Qur’an memberi gambaran perempuan muslim ideal dengan simbol kemandirian politik, seperti Ratu Balqis yang mampu memimpin kerajaan yang super power.
Dalam ayat ke 12 surah Al Mumtahanah tersebut setidaknya Allah menyuruh Nabi Muhammad SAW untuk menerima perjanjian yang dibuat oleh perempuan beriman. Dengan kata lain, Allah memberi kesempatan untuk perempuan beriman mengadakan kegiatan-kegiatan diluar ranah domestik yang membutuhkan perjanjian atau semacam negosiasi.
Selain kemandirian politik, Al qur’an juga memberi simbol kemandirian ekonomi pada label perempuan muslim. Hal itu tertuang dalam QS An Nahl : 97, dimana semua manusia baik laki-laki maupun perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berusaha memperbaiki dan meningkatkan kehidupannya menuju lebih baik, termasuk dalam aspek ekonomi.
Dengan berbagai ayat Al Qur’an yang menjelaskan tentang perempuan dan berbagai aspek dalam kehidupannya itulah dapat diketahui bagaimana gambaran seorang perempuan muslim berdasarkan Al Qur’an. Dengan menjadikan Al Qur’an dan Hadits sebagai landasan hidup, maka seorang perempuan sudah dapat mencapai label perempuan muslim ideal. Maka, setiap apapun yang terjadi dalam setiap langkah hidup seorang perempuan muslimah, sudah seyogianya Al Qur’an dan Hadits menjadi rujukan dan sandarannya.
Dalam hal kemandirian menentukan pilihan pribadi bagi perempuan, disebutkan dalam QS At Tahrim : 11-12. Dalam ayat 11 surah At Tahrim disebutkan bahwa perempuan muslimah itu berkesempatan menentukan pilihannya sekalipun harus berhadapan dengan suami, seperti istri Fir’aun yang dicontohkan dalam ayat 11 surah At Tahrim. Istri Fir’aun memilih untuk beriman pada Allah, padahal hal itu bertentangan dengan keyakinan dan keputusan suaminya. Dengan begitu, Al Qur’an setidaknya sudah mencontohkan bahwa perempuan beriman memiliki kemandirian untuk menentukan pilihan pribadi (termasuk masalah keyakinan) yang diyakini kebenarannya, kendati bertentangan dengan suaminya. Dan, jika pilihan perempuan itu benar di sisi Allah maka ia pun berhak mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT. Wallahu a’lam…
Baca Selengkapnya ....
Menikmati Indah Quality Time di D&C 19 Probolinggo
![]() |
| meeting bersama teman teman organisasi di D&C |
Untuk kunjungan yang kesekian kali di D&C Probolinggo ini, sengaja mengajak sepupu yang beberapa waktu lalu berulang tahun, dan aku belum juga memberikan kado untuknya. Maka sebagai permintaan maaf, segera saja aku ajak dia menikmati waktu bersama di D&C Probolinggo. Tapi memang dasar anak kecil yang sudah penuh perhitungan, saat aku tawarkan permintaan maaf itu, dengan ringan dan santai dia menjawab “Ini hanya permintaan maaf yaa…. Bukan kado!”
![]() |
| Es Salju Oreo |
Dan tanpa banyak bicara lebih lanjut lagi, dengan cepat dan penuh semangat ia melancarkan aksinya untuk mengeksekusi soto ayam yang sudah tersaji.
Busyet.... cepet bener dia membereskan "pekerjaan dan aksinya" itu...... Lapar atau doyan... hahah 😛😜😆
Menghabiskan waktu dan/atau menikmati quality time di D&C 19 Probolinggo tak ada ruginya memang. Mau bersama keluarga, sahabat, teman sejawat, atau bahkan sendiri saja tetap asyik! Itu hanya pengalaman pribadi saya saja sih......
Namun bukan tidak mungkin jika berlaku juga bagi orang lain, termasuk Anda ... 😉
Baca Selengkapnya ....
Dzulhijjah 1438: Pemaknaan Sederhana dan Mendalam
Baca Selengkapnya ....
Seruan Seorang Hamba
Allah.......
Anugerahilah aku perpisahan total
dari yang selain Engkau.
Dan anugerahilah aku
keterikatan padaMu
serta cerahkanlah pandangan hatiku
dengan pandangan yang senantiasa menatapMu
Sehingga terkoyaklah hijab cahaya
dan tercapailah mata air kecemerlangan
dan jiwaku tercekam oleh cemerlangnya kesucian Mu
Jadikanlah aku salah satu dari orang yang menjawab
tatkala Engkau memanggilku
dan menyebut-nyebut kemegahanMu
Baca Selengkapnya ....















