selamat berkunjung di lautan hati,
tempat berbagi, menyelami, memberi
...
just have fun.



Showing posts with label refleksi. Show all posts
Showing posts with label refleksi. Show all posts

hayyul hadi; syubbanul ahyar spenzu

Posted by Lautan Hati Oela Sunday, 24 October 2021 0 comments

Baca Selengkapnya ....

Menakar Potensi Kepemimpinan Diri

Posted by Lautan Hati Oela Tuesday, 26 January 2021 0 comments


Setiap manusia adalah pemimpin, dan setiap manusia akan dimintai jawaban pertanggung jawaban atas kepemimpinannya .” Hampir bisa dipastikan, bahwa kalimat itu sudah tidak asing bagi semua kalangan orang, terutama umat muslim. Kalimat yang merupakan potongan dari hadits itu menjadi pemantik bagi semua lapisan masyarakat, bahwa dalam kondisi dan situasi apapun, tanggung jawab merupakan hal yang tidak bisa diabaikan. Bahwa selaku manusia, sejatinya mengemban tugas dasar dari Tuhan untuk menjadi “wakil” Nya di muka bumi, yang berkewajiban menjaga kepemimpinan atas kepemimpinan yang lain, bahkan menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri.
Setiap manusia sejatinya hanya menjadi pemimpin. Bahkan dalam hal mendasar sekalipun, manusia selayaknya mampu menjadi pemimpin bagi dirinya. Minimal, hearts Kontrol Diri, Manusia Harus Mampu mengendalikan, saya- mengelola Sekaligus menggerakkan Dirinya Sendiri untuk review mencapai tujuan Hidup Serta Segala impian Yang dimiliki.
Konsep Kepemimpinan Diri
Kepemimpinan diri atau kepemimpinan diri pada intinya adalah kemampuan diri dalam mengendalikan hawa nafsu. Kepemimpinan diri merupakan suatu kemampuan yang dimiliki individu untuk mengarahkan, mengarahkan, memotivasi, dan mengembangkan dirinya (pola pikir dan perilakunya) untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Kepemimpinan diri pada amatir adalah kemampuan diri sendiri.
Senyatanya, kepemimpinan diri menjadi hal yang mendesak dalam kehidupan seseorang. Bagaimana tidak, manajemen kepemimpinan, seseorang akan mampu memahami dirinya secara lebih baik, dan dapat mengontrol hidupnya hingga peningkatan peningkatan kualitas terhadap kapasitas serta kompetensinya.
Orang yang memiliki kepemimpinan diri yang baik akan memiliki disiplin diri dan strategi yang baik untuk meningkatkan kemampuan personalnya.
Secara fundamental, seseorang yang mampu menjadi pemimpin dirinya sendiri akan memiliki kepercayaan diri, memiliki pengetahuan yang baik akan dirinya, dan memiliki kemampuan untuk mencerminkannya dalam perilaku.

Memimpin Diri Sendiri; Upaya Melejitkan Kompetensi
Tidak hanya berdampak positif bagi pengembangan diri, kepemimpinan diri senyatanya berbanding lurus dengan prestasi. Bahkan, hasil riset para psikolog menyebutkan bahwa kepemimpinan diri terkait erat dengan tingkat kesehatan, kesejahteraan, dan ketahanan pribadi.   Orang yang memiliki kepemimpinan diri yang baik akan menjadi proaktif, banyak inisiatif, dan lebih bertanggung jawab terhadap hidupnya.
Pertanyaan mendasar kemudian adalah, bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik bagi diri sendiri? Hal ini bisa dicapai dengan beberapa strategi yang menjadi tolak ukur betapa pun baiknya seseorang memimpin diri sendiri.
Strategi tersebut setidaknya ada tiga. Pertama; strategi pemusatan perilaku (strategi yang berfokus pada perilaku) atau upaya meningkatkan kesadaran diri untuk melaksanakan pengelolaan dan pengawasan terhadap perilaku. Hal ini bisa dicapai dengan cara observasi diri, menyusun sasaran, penghargaan pribadi dan atas diri sendiri ( reward and punishment ).
Kedua; penghargaan alami kepada diri ( strategi penghargaan alami ) yang bisa diartikan sebagai upaya menciptakan situasi yang menyenangkan dan mampu memotivasi diri. Hal ini bisa dicapai dengan cara membangun persepsi positif terhadap suatu tugas atau kewajiban, dan menciptakan penghargaan yang diberikan kepada diri sendiri, seperti misalnya; penghargaan yang akan diberikan kepada diri sendiri jika tujuan yang diinginkan tercapai dengan baik.
Ketiga, pola pikir konstruktif ( strategi pola pikir konstruktif ), yang bisa ditempuh dengan beberapa langkah menghilangkan pemikiran irasional dan mengganti dengan pemikiran rasional. Bisa juga dengan melakukan dialog diri ( self talk ), yakni meyakinkan diri sendiri dengan Berbicara hanya tentang hal-hal positif yang akan berhubungan. Lantas bisa juga dengan langkah citra mental , terlebih dahulu membayangkan situasi dan kondisi positif yang akan berada. Hal ini dapat membantu seseorang untuk menghilangkan pemikiran negatif pada saat menghadapi situasi penuh konflik.
Menyadari betapa pentingnya kepemimpinan diri dalam perkembangan dan kehidupan individu, maka tak salah jika kemudian mengambil langkah untuk kembali melihat ke dalam diri sendiri, refleksi diri; baik baik diri sendiri? Seberapa tinggi potensi kepemimpinan diri? Setidaknya, hal itu dapat berimbas pada peningkatan kompetensi dan meningkatkan laju mimpi. Wallahu a'lam


Baca Selengkapnya ....

Puisi "99 Untuk Tuhanku" karya Emha Ainun Nadjib

Posted by Lautan Hati Oela Friday, 22 January 2021 0 comments

14
99 untuk Tuhanku
Tuhanku
kapan jiwaku bisa tangguh
seperti kebisuanMu
hingga mau menangis atau tertawa,
mau bersedih atau bahagia
hanyalah jika aku menghendakinya


Baca Selengkapnya ....

Manfaat dan Kebaikan Berbagi itu Tidak Sekedar Materi

Posted by Lautan Hati Oela Tuesday, 28 April 2020 0 comments

Sungguh, kebaikan itu akan berdampak kebaikan. Hal ini sudah jelas tertulis dalam surah Ar Rohman ayat 60; yang jika diterjemahkan adalah: “Tidak ada balasan bagi kebaikan, selain kebaikan.” 


Baca Selengkapnya ....

Buku Harian Perempuan

Posted by Lautan Hati Oela Saturday, 25 April 2020 0 comments
Buku Harian Perempuan

Buku Harian Perempuan, sebuah kumpulan cerita pendek yang menceritakan tentang perempuan. Dalam kumpulan cerpen ini diceritakan tentang perempuan. Semua cerpen dalam "Buku Harian Perempuan" ini menyoroti perempuan dalam kehidupan. Bagaimana perempuan bersikap, mengambil keputusan, dan membawa diri dalam menjalani takdir hidupnya.
"Buku Harian Perempuan" karya S. Shoimatul Ula diterbitkan oleh Penerbit Guepedia pada awal tahun ini, Januari 2020. Dan, sudah bisa didapatkan melalui penerbit guepedia. Bisa beli di sini: penerbit guepedia. Bisa juga membelinya melalui tokopedia, atau bukalapak

PENULIS: S. Shoimatul Ula 
Ukuran : 14 x 21 cm 
ISBN : 978-623-251-182-8 
Terbit : Januari 2020 
Harga : Rp 79000 
www.guepedia.com 
Sinopsis: 
Sebuah kumpulan cerpen, yang di dalamnya menceritakan kisah perempuan, dalam berbagai keadaan, latar belakang, dan jalan hidup. Ada kisah perempuan sebagai seorang istri, perempuan sebagai seorang anak, perempuan sebagai sahabat, perempuan yang dihadapkan pada beberapa pilihan, perempuan yang menentukan pilihan pasangan hidupnya, perempuan yang harus menghadapi realita pilihan dan konsekuensi yang harus dijalani. Melalui kumpulan cerita ini, penulis ingin berbagi semangat kepada para perempuan. Bahwa dalam menjalani hidup dan perannya di dunia ini harus tetap penuh percaya diri, tanpa merasa rendah ataupun minder. Kenyataan sepahit apapun harus tetap dijalani, dan menjadi ujian sekaliguas pembelajaran berharga dalam kehidupan. 
www.guepedia.com
Email : guepedia@gmail.com
WA di 081287602508 
Happy shopping & reading
Enjoy your day, guys

Baca Selengkapnya ....

Musikalisasi Puisi: 99 Untuk Tuhanku (5); Emha Ainun Nadjib

Posted by Lautan Hati Oela Friday, 27 December 2019 0 comments
5

Tuhanku
berdekatankah kita
sedang rasa teramat jauh
Tapi berjauhankah kita
sedang rasa teramat dekat.
Seperti langit dan warna biru
seperti sepi menyeru
Kekasih
Kau kandung aku
kukandung Engkau
seperti mengandung mimpi
terendam di kepala
tapi sayup tak terhingga
hanya sunyi
mengajari kita
untuk
tak mendua.


-----------------
Puisi urutan ke 5 dalam buku puisi 99 Untuk Tuhanku karya Emha Ainun Nadjib.


Bisa cek versi youtube nya di:
https://youtu.be/_4DvuOW5Ny4



Baca Selengkapnya ....

ZAKAT FITRAH DAN MAAL

Posted by Lautan Hati Oela Tuesday, 25 June 2019 0 comments


Tulisan pendek ini sebenarnya sebagian kecil materi yang dikaji dalam Pesantren Ramadhan di SMP Negeri 7 Probolinggo pada bulan Ramadhan lalu. Karena merasa lumayan sesuai jika di posting di sini, dan daripada tercecer begitu saja, maka tidak ada salahnya jika benar-benar di post di blog ini. Semoga berkah dan bermanfaat...
Oya, karena materinya seputar zakat, maka ilustrasi dari postingan ini diambil dari sedikit dokumentasi kegiatan pengepakan dan pendistribusian zakat fitrah yang sudah dilakukan siswa SMP Negeri 7 Probolinggo :)

beberapa detik menjelang distribusi zakat fitrah SMP N 7 Probolinggo


Baca Selengkapnya ....

PUASA RAMADHAN DAN PUASA SUNNAH

Posted by Lautan Hati Oela Sunday, 23 June 2019 0 comments

Sebenarnya, tulisan ini adalah sebagian kecil dari materi program Pesantren Ramadhan pada bulan Ramadhan 1440 H kemarin di SMP Negeri 7 Probolinggo. Tapi daripada tercecer dan takut terbuang sayang, maka kiranya tak ada buruknya juga jika di posting di blog ini. Lumayan lah, karena sudah cukup lama blog ini tidak terjamah... hahah...
So, mari kita kaji bersama... :) 😃😃😃😃🙏



Baca Selengkapnya ....

Tipologi Kepemimpinan Pendidikan dan Kinerja Guru (Sebuah Upaya Peningkatan Kinerja Guru melalui Gaya atau Tipologi Pemimpin)

Posted by Lautan Hati Oela Tuesday, 29 January 2019 0 comments


 Image result for gambar pemimpin sekolah
Urgensi peran pemimpin dalam sebuah lembaga pendidikan memang tak dapat diragukan lagi. Keberhasilan pemimpin dalam membawa lembaga pendidikan menuju kemajuan dan perkembangan yang signifikan setidaknya dipengaruhi oleh gaya atau tipologi kepemimpinan.

Baca Selengkapnya ....

Kepemimpinan dalam Lembaga Pendidikan

Posted by Lautan Hati Oela Friday, 25 January 2019 0 comments


Image result for gambar kepemimpinan pendidikan
Seperti lazimnya dalam setiap organisasi, pada institusi pendidikan pun berlaku manajerial dan kepemimpinan. Sehingga dengan begitu, peran pemimpin dalam lembaga/instistusi pendidikan tak dapat dinegasikan.

Baca Selengkapnya ....

Teori dan Gaya Kepemimpinan

Posted by Lautan Hati Oela Tuesday, 22 January 2019 0 comments


 
Kepemimpinan adalah serangkaian kemampuan dan sifat sifat kepribadian, untuk dijadikan sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas tugas dengan rela, penuh semangat serta merasa tidak terpaksa. (Ngalim Purwanto, 2006 : 26)

Baca Selengkapnya ....

Sejenak Meresah

Posted by Lautan Hati Oela Monday, 6 August 2018 0 comments


Tuhan.....
Hamba lelah (sepertinya). 
Entah kenapa begitu terasa ingin lari dari semua hal ini. Yang pasti, jenuh dan jengah sepertinya enggan pergi. Kenapa rasa ini kerap datang, bahkan aku sendiri tak tahu penyebabnya.

Tuhan... aku lelah (sepertinya)
Mohon beri ketenangan, mohon beri tempat yang layak untuk hamba...
Aku tahu, diri ini tak layak meminta sekehendak hati kepadaMu, sementara anugerah dan karuniaMu yang telah aku nikmati sekian banyak tak terhingga. Namun sungguh, aku seperti sudah tak kuat dan tak tahan lagi.... disini... begini... dalam kondisi ini...

Mohon Tuhan....
Bila memang aku layak, sudi kiranya Engkau berkenan menempatkanku di tempat yang lebih baik, dalam keadaan yang lebih baik, dalam posisi yang lebih indah dan bermanfaat, yang lebih menentramkan, menenangkan, mensejahterakan, dan tentu saja lebih mendekatkanku pada Mu.

"Ya muqollibal qulub, sabbit qolbi ala diinik, sabbit qolbi 'ala tho'atik. Yaa muhawwilal ahwal, hawwil haali ila ahsanil haal."

Tuhan.... dengan kualitas pribadi dan ibadah ku yang serendah ini, aku tahu bahwa aku (rasanya) tak layak mendapatkan perhatian Mu secara berlebih. Tapi jujur aku harus akui, bahwa kini aku sungguh lelah, penat, jengah, dan ingin lebih bermanfaat lagi dari sekarang ini, lebih bisa mengembangkan potensi.

Tuhan... mohon berkenan... jadikanlah aku sebagai sebaik-baik alat bagi Mu,
yang bisa menebar manfaat bagi lebih banyak umat, yang tidak hanya terkungkung dalam kandang layaknya yang sekarang ini, yang bisa lebih banyak berkarya dan menginspirasi, yang bisa dengan mudah membantu sesama yang membutuhkan, yang tidak hanya sejahtera sendirian tapi juga mensejahterakan....

Mohon Tuhan... semoga Engkau berkenan memberikan semua itu...
Semoga  menurutMu, aku benar-benar layak mendapatkan itu ....
Berikan aku tempat pengabdian yang jauh lebih baik, Tuhan....
Jadikan aku sebagai sebaik-baik alat bagi Mu.
Mohon dengan sangat....
Jadikan aku pribadi yang lebih bermanfaat bagi lebih banyak umat
Tuhan.... letakkan aku dalam kehendakMu....


Baca Selengkapnya ....

Maiyah Bromo; Mentadabburi Daur - Esai "Doaku Dosaku"

Posted by Lautan Hati Oela Friday, 23 March 2018 1 comments

Minggu 18 Maret 2018, Maiyah Bromo kembali mengagendakan untuk melingkar. Kegiatan itu merupakan kali kedua Maiyah Bromo berkumpul melingkar untuk refleksi, tabayyun, dan tadabbur bersama. Agenda melingkar sebelumnya telah terlaksana pada 11 Pebruari 2018. Saat itu pun sekaligus mendeklarasikan keberadaan Maiyah Bromo.

Pada kegiatan melingkar Maiyah Bromo yang kedua bertempat di Sologudig Kulon, Pajarakan Probolinggo, kediaman salah satu penggiat Maiyah Bromo, dengan mangambil tema tadabbur "Doaku Dosaku."
Esai yang ditulis Emha Ainun Nadjib dan di publish pada 3 Februari 2016 itu dipilih untuk dijadikan bahan tadabbur dan refleksi bersama di kalangan Maiyah Bromo. Penggiat dan jamaah Maiyah Bromo melingkar bersama untuk kemudian menganalisa, menyampaikan sudut pandang masing masing pribadi terkait "Doaku Dosaku" lantas dapat refleksi demi tujuan memperbaiki diri. 

Kegiatan dibuka dengan doa bersama, tawasshul kepada Nabi Muhammad SAW dan Mbah Nun yang telah begitu banyak menginspirasi untuk tetap terus bergerak serta menemukan jati diri. Setelah doa bersama usai, dilanjutkan dengan ruang diskusi dan tadabbur bersama.Sebagai pengantar, sang tuan rumah kala itu memulai dengan menyampaikan pendapat dan analisa pribadinya tentang esai dan pemikiran Mbah Nun, "Doaku Dosaku" lantas kemudian disambung dengan pemaparan pendapat dan sharing dari yang lain. Perbincangan dan diskusi berjalan dengan hangat.

Esai "Doaku Dosaku" yang ditulis Mbah Nun (baca: Emha Ainun Nadjib) merupakan bentuk evaluasi sekaligus pengingat bagi kita semua, bahwa melalui ucapan pun sangat mungkin kita menemui kesalahan dan dosa. Pada esai itu tersirat refleksi pribadi Mbah Nun setelah muncul sikap protes dari salah satu hadirin dalam sebuah forum yang beliau hadiri. Seseorang menggugat puisi karya Mbah Nun di tahun 1994 yang berjudul Doa Mohon Kutukan. Singkat cerita, dalam esai itu Mbah Nun menulis bahwa dengan kesedihan dan keprihatinan telah ia ditemukan; betapa banyak kesalahan dan kebodohannya. Di setiap awal langkah, appun dalam kehidupan ini, yang kutuding dan kucari kesalahnnya adalah diriku sendiri. Tulis Mbah Nun menutup esainya, "Doaku Dosaku"



Di kalangan lingkaran Miayah Bromo, mentadabburi "Doaku Dosaku" muncul ragam pendapat dan pandangan. Yang terpenting dari sekian pandangan dalam proses tadabbur Daur I ; Doaku Dosaku, bahwa esai yang sarat makna itu setidaknya mengajarkan untuk selalu berhati-hati dalam bertutur. Karena bisa jadi, Allah malah mengabulkan ucapan seseorang yang selaras dengan pikiran dan hatinya. Layaknya kalimat yang telah lazim beredar di khalayak, bahwa perkataan adalah doa. Maka bisa saja, ketika seseorang berkata, ada malaikat yang berada disisinya lantas kemudian mengaminkan sehingga akhirnya Allah mengabulkan perkataan itu. Mungkin, dari situ lah kemudian muncul kalimat 'Perkataan adalah Doa' atau juga 'Mulutmu Harimaumu'.

Sebuah kesimpulan yang bermula dari pertanyaan kemudian muncul dalam lingkar maiyah Bromo; "Keselarasan antara pikiran dan hati dalam berucap, bisa menjadi doa?"  Kalimat itu muncul setelah sekian pandangan dan pendapat muncul bergantian. Sekian pendapat mengarah pada perkataan yang bisa saja menjadi doa. Berikut juga ada beberapa contoh nyata yang muncul dan disampaikan dalam lingkaran Maiyah Bromo. Bahwa tidak jarang contoh nyata dalam kehidupan yang melalui pernyataan dan ucapannya lantas Allah mewujudkan. Maka bukankah itu sudah cukup menjadi bukti bahwa perkataan mampu menjadi sebuah doa. Beragam pendapat dan contoh nyata orang-orang yang dimakbul ucapannya oleh Allah itu yang kemudian menggiring pada sebuah pertanyaan; mungkinkah keselarasan antara pikiran dan hati dalam berucap, bisa menjadi doa? Saat seseorang berucap dan ketika ia berkata,  yang dikatakan itu sesuai antara isi hati dan pikirannya.... Ketika isi hati dan pikiran yang sama kemudian terlontar dalam ucapan, bisa saja menjadi doa. Maka bukan tidak mungkin jika Tuhan kemudian mengabulkan  ucapan seseorang yang selaras dengan pikiran dan hatinya. Untuk itulah, sangat dibutuhkan kehati-hatian dalam ucapan, perkataan, dan perbuatan atau tindakan. Wallahu a'lam


Baca Selengkapnya ....

Sebuah Refleksi: Nobar film Istirahatlah Kata Kata oleh FKPK

Posted by Lautan Hati Oela Monday, 19 March 2018 0 comments

FKPK atau Forum Kota Probolinggo Kreatif baru saja menggelar acara Nonton Bareng dan Bincang Film Istirahatlah Kata Kata, pada Sabtu, 17 Maret 2018. Bertempat di gedung kesenian Kota Probolinggo, acara tersebut berjalan cukup menarik dan keren. Mengulas film Istirahatlah Kata Kata setelah setahun dirilisnya film tersebut memang bukan hal yang baru, namun semangat penonton dan warga Probolinggo untuk bersama-sama menonton dan membincang film tersebut masih tak terlihat surut.

Diawali dengan pembacaan dua puisi karya Wiji Thukul berjudul "Istirahatlah Kata Kata" dan "Peringatan" acara tersebut berlangsung haru dan syahdu. *eaaaa....
Kurang lebih satu setengah jam berlangsung pemutaran film Istirahatlah Kata Kata, semua yang hadir melanjutkan dengan bincang dan diskusi tentang film tersebut. Sebagai pengantar, pihak FKPK dan pegiat film memberikan sedikit pemaparan tentang film tersebut. Lalu dilanjut dengan mengeluarkan   analisa dan pendapat pribadi para penonton yang hadir saat itu. Diskusi berlangsung dengan hangat.
Di awal pemaparannya, pihak FKPK menyebutkan bahwa film Istirahatlah Kata Kata memang sengaja dibuat untuk kepentingan festifal, bukan industry. Sehingga dengan begitu, film ini jelas tidak akan menarik minat banyak pemirsa, jika disbanding dengan film-film genre romance, petualang, komedi, dan lainnya yang memang sengaja dibuat untuk kepentingan industri. Maka jika misalnya diberikan pilihan, antara Nonton Bareng film Istirahatlah Kata Kata, dengan film Ayat Ayat Cinta atau sejenissnya, maka penonton dan warga akan leboh cenderung memilih pilihan yang kedua.
Tapi bagaimanapun, film Istirahatlah Kata Kata sungguh sebuah film yang sarat akan pesan pesan moral, dan dibutuhkan permenungan mendalam untuk menelannya. Film karya Yosep Anggi Noen itu benar-benar film reflektif, dimana penonton diminta untuk mampu merefleksikannya secara pribadi dan berdaulat.

Dalam sesi diskusi, ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa film itu jauh dari ekspektasi. Karena penonton tadinya mengira bahwa film itu akna menggambarkan bagaimana Wiji Thukul aktif menggerakkan massa, menorehkan puisi-puisi satire karya nya, dan berapi-api menentang segala bentuk penindasan di negeri ini. Tapi ternyata sebaliknya, dalam film tersebut tak tampak sama sekali aksi-aksi menggelora untuk menentang penindasan dan rezim yang sedang berkuasa. Senyatanya, dalam film itu Wiji Thukul terlihat sebagai sosok yang tenang, bijak, dan tak jarang menampakkan sisi romantisme. Film tersebut pun tak menampilkan informasi lengkap tentang latar belakang Wiji Thukul.
Film Istirahatlah Kata Kata menceritakan bagaimana Wiji Thukul dalam masa pelarian di Borneo saat ia menjadi buron. Yang menjadi salah satu scene menarik dalam film itu adalah ketika terjadi dialog antara Wiji Thukul dengan juniornya. Sang junior berkata bahwa ia telah membaca banyak sajak karya Wiji Thukul dan yang paling disuka adalah: Buat apa baca banyak buku jika mulut kau bungkam melulu... Lantas dengan santai sang junior melanjutkan ucapannya: "setelah aku merenungi kalimat itu, maka aku putuskan untuk tidak lagi membaca buku...."
Salah satu bagian film yang bernada muatan sindiran. Tapi justeru itulah yang seharusnya menjadi salah satu bahan refleksi diri. Bagaimana minta baca kita dan generasi kita saat ini, bagaimana implementasi dari hasil membaca itu kemudian dalam kehidupan bermasyarakat kita dewasa ini. Wiji Thukul sejatinya sudah mampu menghadirkan semangat satire bagi generasi negeri ini.

Dalam sesi diskusi dan bincang-bincang, salah satu penggiat FKPK menceritakan sekilas bahwa pada masa orde baru, banyak aktivis yang hilang, menjadi buron dan diincar oleh penguasa masa itu. Cerita tentang bagaimana kekejaman dan penindasan yang terjadi pada era orde baru, bagaimana situasi politik saat itu, dan bagaimana sikap serta respon mahasiswa saat itu, sempat disinggung dalam acara nobar dan bincang film Istirahatlah Kata Kata.


Pada masa orde baru, partai politik hanya dibatasi tiga partai. Namun kemudian muncul satu partai yang bergerak aktif untuk menentang penindasan. Sebut saja Partai Rakyat Demokrasi atau PRD, yang sangat tidak disukai pemerintah saat itu. Maka apapun bentuk perlawanan serta ketidak sepahaman dengan pemerintah saat itu, otomatis dianggap PRD dan harus diberangus. Banyak aktivis ham dan kemanusiaan yang tiba-tiba menghilang saat itu, Wiji Thukul salah satunya. Dan, film Istirahatlah Kata Kata itu menggambarkan bagaimana sang aktivis, Wiji Thukul saat mengalami masa pelarian karena menjadi buron.

Dengan membincang perihal film Istirahatlah Kata Kata yang kemudian otomatis berujung pada deskripsi peristiwa dan keadaan Indonesia pada masa itu, dapat diketahui betapa kekejaman dan penindasan senyatanya penah terjadi di negeri ini. Entah berapa nyawa yang melayang, berapa jiwa yang menghilang tak ditemukan, berapa orang aktivis dan mahasiswa yang terpisah dari anggota keluarganya dan terpaksa hidup dalam pelarian. Hal itu rasanya sudah cukup mampu menggambarkan betapa kekejaman dan penindasan telah berlaku dan dilakukan sebuah rezim di negeri ini. Sungguh sangat menakutkan dan pilu mendengarnya. Bahkan untuk membayangkannya saja terasa sangat menyedihkan. Dan yang kemudian layak menjadi pertanyaan --yang mungkin menggelitik dan sedikit konyol--- adalah; mungkinkah sejarah kelam itu berulang?
Maka, mari hapuskan segala bentuk penindasan. Mengutip salah satu kalimat dalam sajak Wiji Thukul, Hanya ada satu kata... Lawaan!

Baca Selengkapnya ....

Memilih Pemimpin Ideal

Posted by Lautan Hati Oela Thursday, 15 February 2018 0 comments

ilustrasi-pilkada-serentak

Juni  2018 ini mungkin bisa menjadi salah satu bulan yang cukup memorable, di mana beberapa daerah akan melaksanakan pilkada secara serentak. Tidak kurang dari 150 kabupaten/kota yang akan menggelar pesta demokrasi pada tahun ini. Sehingga akan ada kepala daerah baru menggantikan kepala daerah sebelumnya. Itu artinya, media akan semakin ramai dihiasi beragam pembicaraan bertemakan pemilihan pemimpin, kepemimpinan, perpolitikan, dan hal-hal yang terkait dengannya. Semoga kalimat-kalimat satire dan saling sindir antar pendukung kandidat tidak marak di berbagai media sosial.

Pesimistis terhadap pemilihan pemimpin atau kepala daerah sejatinya masih dapat terasa. Hal itu setidaknya dapat diraba dari kurang maksimalnya partisipasi warga dalam menggunakan hak pilih. Entah berapa ragam cara dan sosialisasi yang digunakan sang penyelenggara pilkada demi meningkatkan keikutsertaan warga dalam menggunakan hak pilih, yang kemudian berujung pada peningkatan pendidikan politik warga.

Tidak sedikit masyarakat yang khawatir, jangan-jangan kandidat hanya tergiur pada nikmat kekuasaan, dan bukan benar-benar berpikir untuk mengabdikan kekuasaannya untuk masyarakat. Kekhawatiran itu cukup wajar, karena senyatanya di beberapa daerah, urusan pilkada ini terlihat buruk. Pilkada ibarat permainan dadu antara orang-orang yang itu-itu saja, yang hanya bergeser dari suami ke istri, dari bapak ke anak, atau dari buyut ke cicit. Di beberapa daerah, kandidat dalam pilkada hanya berkisar pada 4L (Lu lagi Lu Lagi). Tapi mungkin tidak semua kandidiat buruk. Bisa saja ada diantara mereka yang bersungguh-sungguh untuk mengabdikan dirinya bagi kemajuan daerah, sekaligus peningkatan kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya kelak.

Terminologi Kepemimpinan

Banyak definisi kepemimpinan yang bertebaran dari para pakar. Kepemimpinan sebagai konsep manajemen sejatinya dapat dirumuskan dalam berbagai definisi, tergantung dari mana titik tolak pemikirannya. Kepemimpinan bisa diartikan dengan kemampuan memengaruhi orang lain untuk bekerja keras, untuk bergerak mencapai tujuan bersama.

Kepemimpinan memiliki beberapa unsur pokok antara lain: kemampuan mempengaruhi, melibatkan orang lain dan situasi kelompok, kemampuan mengarahkan dan memotivasi tingkah laku orang lain atau kelompok, serta adanya kerja sama untuk mencapai tujuan.

Kemampuan dan proses mempengaruhi merupakan unsur penting dalam terminologi kepemimpinan. Hal itu setidaknya menandakan bahwa, orang yang memiliki kemampuan mempengaruhi sejatinya telah mempunyai kemampuan dasar kepemimpinan. Maka, seorang pemimpin setidaknya mampu mempengaruhi orang lain atau siapa pun yang dipimpinnya. Ukuran sebenarnya kepemimpinan adalah pengaruh. Jika tidak mempunyai pengaruh atau tidak memiliki kemampuan untuk mempengaruhi maka tidak akan dapat memimpin orang lain dengan mudah.

Terkait tipologi dan/atau gaya kepemimpinan, setidaknya ada empat gaya kepemimpinan yang lazim dan mafhum di kalangan khalayak, antara lain: Authoritarian (otoriter) yakni gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijaksanaan dari dirinya sendiri secara penuh. Keputusan adalah hak prerogatif pemimpin. Tidak ada satupun yang mampu menghalangi langkah dan keputusan pemimpin dengan tipe ini. Ada pula gaya kepemimpinan Democratic (demokratis) di mana pemimpin memberikan wewenang secara luas kepada orang atau tim yang dipimpinnya. Dalam gaya kepemimpinan ini, pemimpin memberi banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab bawahannya. Ada juga gaya kepemimpinan Laissez Faire (bebas) di mana pemimpin hanya terlibat dalam kuantitas kecil, sehingga para bawahan dan tim yang dipimpinnya secara aktif menentukan tujuan serta penyelesaian masalah yang dihadapi. Lantas ada gaya kepemimpinan Karismatis, yakni pemimpin memiliki kekuatan, energi, daya tarik, dan pembawaan yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain. Sehingga ia mempunyai pengikut yang banyak. Pemimpin jenis ini dianggap memiliki supernatural power. Totalitas kepemimpinan karismatis memancarkan pengaruh dan daya tarik yang cukup besar.

Begitulah sebagian kecil gaya atau tipologi kepemimpinan, di samping ada gaya kepemimpinan yang lain tentunya. Di antara berbagai gaya kepemimpinan yang ada, masing-masing memiliki kelemahan dan kelebihan tersendiri. Sehingga untuk menentukan gaya kepemimpinan yang paling tepat rasanya cukup sulit. Karena gaya kepemimpinan yang baik itu tergantung pada berbagai faktor yang mempengaruhinya.

Pemimpin: Pergulatan Identitas dan Entitas

Pemimpin sejatinya memiliki peran yang kompleks. Selain mampu memimpin dan mempengaruhi, pemimpin seharusnya bisa mengayomi, mengarahkan, mengedukasi, mengadvice. Lebih dari itu, pemimpin juga harus mampu membawa siapa pun yang dipimpinnya menuju keadaan yang lebih baik.

Dalam term pilkada yang akan digelar serentak beberapa bulan lagi, masyarakat senyatanya memiliki andil penting untuk menemukan sosok pemimpin ideal. Bagaimana tidak, keberlanjutan dan masa depan warga dalam sebuah daerah salah satunya bergantung pada bagaimana pemimpinnya. Kebijakan kebijakan pemimpin yang benar-benar berpihak pada kebaikan dan peningkatan kesejahteraan warga pada gilirannya akan membawa warga menuju masa depan yang lebih baik. Untuk itulah dibutuhkan keterlibatan dan ketepatan dalam memilih pemimpin ideal.

Anggapan negatif dan pesimistis terhadap pilkada seyogianya tidak lantas menjadikan warga bersifat apatis terhadap upaya peningkatan kesejahteraan dan keberlanjutan masa depan daerah. Kendati nyata terlihat hal-hal negatif dalam pilkada di beberapa daerah, semoga masyarakat masih tetap menaruh harapan positif terhadap sistem dan upaya menemukan pemimpin, demi memperbaiki masa depan warga dan generasi mendatang.

Mungkin sedikit saran dalam upaya memilih pemimpin ideal ini layak dipertimbangkan. Dalam menemukan pemimpin serta menggunakan hak pilih pada pilkada, cobalah cek dan kroscek kandidat yang ada. Setidaknya, melirik kandidat yang peduli terhadap pendidikan menjadi salah satu langkah yang sangat logis. Betapapun, orang yang peduli terhadap pendidikan berarti peduli kepada masa depan.

Masa depan daerah dan bangsa ini terletak di tangan anak-anak yang sekarang masih duduk di bangku sekolah. Jika institusi pendidikan mampu menyelenggarakan pendidikan yang baik dan berkualitas, hingga kemudian melahirkan manusia-manusia cerdas dan bijak. Betapa tenangnya kita membayangkan masa depan yang lebih baik. Maka kandidat yang mempunyai niat dan kesanggupan untuk menyelenggarakan pendidikan yang baik bagi seluruh warga patut dipertimbangkan.

Jika menilik karakter, dalam Islam sendiri disebutkan bahwa Rasulullah pernah memberikan kategori pemimpin atau kepala daerah yang ideal, di antaranya amanah, memperoleh jabatan dengan cara yang benar, serta memiliki kemampuan menunaikan tugas kepemimpinan. Seorang pemimpin itu wajib memiliki kemampuan untuk membuat kehidupan masyarakatnya menjadi lebih baik. Bahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari menyebutkan bahwa, “pemimpin yang tidak berusaha meningkatkan materi, akhlak, dan kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya maka tidak akan masuk surga.”

Bertolak dari ciri karakter pemimpin dalam Islam tersebut, maka sejatinya pemimpin itu bukanlah sebuah peran yang mudah. Jati diri pemimpin dengan beratnya peran serta tanggung jawabnya itu seharusnya mampu membuat entitas dan eksistensi seorang pemimpin benar-benar menebar manfaat dan keberkahan bagi masyarakat.

Kendati kontestasi politik di tahun ini cukup mampu melelahkan masyarakat, semoga kejenuhan terhadap pemilu tidak lantas melanda. Karena di tahun ini secara beruntun pilkada yang disusul dengan persiapan pileg, dan pilpres bisa saja kemudian membuat jenuh masyarakat terhadap pemilu. Sehingga melahirkan sifat apatis masyarakat terhadap keberlanjutan dan peningkatam masa depan bangsa.

Dengan mendasarkan pada pertimbangan yang matang, semoga pesta demokrasi yang digelar benar-benar mampu menjadi salah satu cara memilih pemimpin ideal, sehingga pada gilirannya kemudian mampu memperbaiki masa depan. Wallahu a’lam…


Baca Selengkapnya ....

Menakar Progresivitas Warga Melalui event “SEMIPRO (Seminggu di Probolinggo)”

Posted by Lautan Hati Oela Saturday, 27 January 2018 0 comments

Menakar Progresivitas Warga Melalui event SEMIPRO (Seminggu di Probolinggo)*

Sudah sangat akrab di telinga, event tahunan yang rutin digelar Pemerintah Kota Probolinggo untuk mendayagunakan potensi daerah. Semipro, yang merupakan kependekan dari kalimat Seminggu di kota Probolinggo senyatanya dari tahun ke tahun memiliki keunikan dan keragaman tersendiri. Setiap tahun dari awal mula digelar, Semipro selalu mengalami beragam perubahan, bahkan tema yang diusung pun selalu berbeda.

Kendati mengalami beragam perubahan atau mungkin inovasi, event Semipro dan segala hal yang terkait memang selayaknya mendapat perhatian lebih, untuk kemudian dievaluasi pada setiap akhir pelaksanaannya. Tujuan evaluasi tidak lain adalah untuk memperbaiki diri. Sehingga pada gelaran ke depan dan tahun-tahun berikutnya akan jauh lebih baik, serta semakin menebar kemanfaatan.

Ada perbedaan signifikan pada Semipro tahun ini yang resmi digelar sejak 28 Agustus sampai 4 September 2017. Perbedaan yang paling kental terlihat adalah sentuhan dan nilai religius didalamnya. Entah karena tahun ini bertepatan dengan peringatan Idul Adha, atau karena ada masukan dari berbagai pihak, atau memang inisiatif penyelenggara untuk lebih menekankan nuansa religiusitas dalam event tahunan itu. Bisa saja, penyelenggara belajar dari pengalaman di tahun sebelumnya, yang sempat muncul keriuhan bahkan keributan antar warga pada saat dan/atau pasca event Semipro. Sehingga pada Semipro tahun ini, ada beberapa item yang ditambah dengan sentuhan religi. Contohnya pada opening yang menyertakan musik religi, atau pada malam idul adha yang digelar takbir bersama. Lebih dari itu, pada 10 Dzulhijjah (1 September 2017) digelar pengajian Akbar di kawasan pusat event Semipro (baca: alun-alun).

Terlepas dari alasan yang melatar belakangi kentalnya nuansa religi pada event Semipro tahun ini, sejatinya warga memang membutuhkan semacam ‘terapi psikis’ atau pencerahan-pencerahan batin yang mampu menggugah dan mengarahkan hanya kepada hal-hal kebaikan. Sehingga efek domino yang muncul adalah kemampuan dan kemauan untuk memberi rasa aman terhadap orang lain. Jika hal itu mewujud dalam diri masing-masing warga, maka bukan tidak mungkin, kedamaian, keramahan, keteduhan, serta kerukunan menjadi icon warga Probolinggo. Dan pada saat yang sama, tentunya tindak kriminal akan mampu terkikis habis. Maka upaya menambah sentuhan religi sejatinya mampu menjadi nilai plus dalam event Semipro tahun ini. Salut!

Seperti biasa, event Semipro yang dipusatkan di alun-alun kota Probolinggo cukup menarik perhatian warga. Penyajian ragam seni budaya serta bermacam produk kuliner senyatanya mampu menyedot animo warga untuk ikut andil dan ambil bagian dalam event tahunan itu. Maka tentu saja, banyak hal yang perlu dipersiapkan dan diperhatikan demi suksesi event tersebut. Hal paling krusial yang perlu diperhatikan adalah tentang keamanan. Berdasar pada pengalaman sebelumnya, sempat terjadi kericuhan antar warga pada saat event Semipro berlangsung. Hal ini setidaknya berhubungan dengan kondisi psikologi dan tingkat emosional warga, selain jaminan keamanan yang masif dari penyelenggara tentunya. Maka kemudian faktor keamanan tidak bisa dinegasikan.

Selain sampah —entah bekas mainan, bungkus makanan atau yang lainnya— hal yang identik dengan gelaran Semipro adalah kemacetan. Meskipun tidak dalam kategori parah, kemacetan tetap saja menjadi hal yang kerap ‘mengganggu’. Dan tentu saja, salah satu hal yang erat kaitannya dengan kemacetan yang terkadang muncul pada event tahunan kota Probolinggo itu adalah lahan parkir. Senyatanya, lahan parkir merupakan sesuatu yang kemudian menjadi dualism object pada event Semipro. Di satu sisi, lahan parkir bisa menjadi ‘ladang pemasukan’ bagi warga sekitar alun-alun kota Probolinggo. Warga sekitar yang memiliki lahan kosong dan cukup luas, dapat dengan mudah merelakannya menjadi tempat parkir motor bagi pengunjung Semipro. Di sisi lain, beberapa warga yang sekaligus pemilik usaha (kafe atau toko) disekitar alun-alun tidak bersedia menyediakan tempat parkirnya untuk pengunjung Semipro. Dengan jelas, mereka meletakkan papan bertuliskan “bukan tempat parkir pengunjung Semipro”. Maka tak ayal, lahan parkir juga hal yang tidak kalah urgen untuk dikonsep-matangkan. Karena selain terkait dengan keamanan dan kenyaman pengunjung, hal itu juga berimbas pada kelancaran lalu lintas sekitar kawasan pusat event Semipro.

Arus lalu lintas di kawasan pusat Semipro (alun-alun) juga perlu diperhatikan. Lalu lintas disekitar kawasan parkir kendaraan harusnya lebih ditata rapi. Seandainya memang kawasan itu khusus untuk parkir, maka lalu lintas di kawasan itu seyogianya steril, tidak ada lagi kendaraaan yang lalu lalang di kawasan parkir kendaraan, bahkan dengan kendaraan plat merah sekalipun. Tentang kuliner yang disajikan, jenisnya sudah cukup beragam. Bermacam jenis kuliner berbagai etnik setiap hari ada, penyajiannya pun menarik. Namun masih saja banyak jenis yang harganya kurang ‘merakyat’. Ah... lagi lagi, itu hanya pendapat pribadi dan beberapa kawan yang –maklumlah— masih berkantong cekak.

Sedikit hal yang mungkin saja bisa menjadi bahan refleksi dan evaluasi adalah, dampak jangka panjang yang diberikan event Semipro terhadap warga, bukan hanya sekedar dampak institusional semata. Apa saja yang akan menjadi tujuan akhir event Semipro? Sudah mampukah event sekaliber Semipro melahirkan putra asli daerah yang expert dibidangnya (seni, budaya, kuliner, wawasan keilmuan-kepribadian dan kreatifitas lainnya), yang bisa terus mengakar dan menjalar bahkan selepas event Semipro berselang? Lantas seberapa progresif warga Probolinggo disaat, dan setelah event Semipro terlaksana? Jangan-jangan warga hanya (merasa) diberdayakan ketika event Semipro berlangsung, dan setelahnya akan kembali menjadi warga yang murung, tanpa keinginan serta kekuatan untuk terus maju memperbaiki diri dan kondisi pribadi? akankah warga hanya terberdaya dan progresif selama setahun sekali, seperti pelaksanaan Semipro? Atau memang Semipro hanya cukup pada peningkatan kunjungan wisatawan di Probolinggo, dan selebrasi warga untuk belanja, bermain, berlibur serta menghibur diri yang mungkin saja mengarah pada titik hedonisme belaka? Maka kemudian, sustainable effect dari event Semipro selayaknya juga mengarah pada progresivitas warga. Wallahua’lam...

*terbit di tabloid SUARA KOTA Probolinggo EDISI 08 tahun 2017


Baca Selengkapnya ....

Perempuan [Muslimah] Ideal

Posted by Lautan Hati Oela Friday, 26 January 2018 0 comments

Muslimah-Cantik-Kartun

Perempuan merupakan makhluk indah yang diistemewakan Islam. Betapapun, Islam sangat menghormati dan memberi keistimewaan tersendiri terhadap perempuan. Hal itu terbukti dari sekian banyaknya ayat-ayat Al Qur’an yang membahas dan membicarakan tentang perempuan. Bahkan, ada satu surah dalam Al Qur’an yang namanya berarti “perempuan”, sebut saja surah An Nisa’.

Surah An Nisa’ yang berarti perempuan itu benar-benar membahas tentang perempuan dan berbagai aspek dalam kehidupannya. Mulai dari penciptaan perempuan, kedudukan dan peran perempuan, bagaimana perempuan dan keluarga, perempuan membina keluarga, sampai tentang ahli waris pun dibahas dalam surah An Nisa’. Dengan pembahasan yang rinci dan rigid tentang perempuan itu setidaknya telah membuktikan bahwa Allah benar-benar mengistimewakan perempuan.

Sejatinya, Islam sendiri telah memberikan gambaran ideal tentang perempuan muslimah. Bahwa selain menjaga aurat dan pandangan, indikasi perempuan muslimah juga dapat dilihat dari segi karakter. Al Qur’an sendiri telah menggambarkan perempuan muslimah ideal itu dengan simbol kemandirian politik, kemandirian ekonomi, kemandirian menentukan pilihan pribadi yang diyakini kebenarannya, bahkan kemandirian untuk menentukan serta mengemukakan pandangan.

Dalam QS Al Mumtahanah:12, Al Qur’an memberi gambaran perempuan muslim ideal dengan simbol kemandirian politik, seperti Ratu Balqis yang mampu memimpin kerajaan yang super power.

Dalam ayat ke 12 surah Al Mumtahanah tersebut setidaknya Allah menyuruh Nabi Muhammad SAW untuk menerima perjanjian yang dibuat oleh perempuan beriman. Dengan kata lain, Allah memberi kesempatan untuk perempuan beriman mengadakan kegiatan-kegiatan diluar ranah domestik yang membutuhkan perjanjian atau semacam negosiasi.

Selain kemandirian politik, Al qur’an juga memberi simbol kemandirian ekonomi pada label perempuan muslim. Hal itu tertuang dalam QS An Nahl : 97, dimana semua manusia baik laki-laki maupun perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berusaha memperbaiki dan meningkatkan kehidupannya menuju lebih baik, termasuk dalam aspek ekonomi.

Dengan berbagai ayat Al Qur’an yang menjelaskan tentang perempuan dan berbagai aspek dalam kehidupannya itulah dapat diketahui bagaimana gambaran seorang perempuan muslim berdasarkan Al Qur’an. Dengan menjadikan Al Qur’an dan Hadits sebagai landasan hidup, maka seorang perempuan sudah dapat mencapai label perempuan muslim ideal. Maka, setiap apapun yang terjadi dalam setiap langkah hidup seorang perempuan muslimah, sudah seyogianya Al Qur’an dan Hadits menjadi rujukan dan sandarannya.

Dalam hal kemandirian menentukan pilihan pribadi bagi perempuan, disebutkan dalam QS At Tahrim : 11-12. Dalam ayat 11 surah At Tahrim disebutkan bahwa perempuan muslimah itu berkesempatan menentukan pilihannya sekalipun harus berhadapan dengan suami, seperti istri Fir’aun yang dicontohkan dalam ayat 11 surah At Tahrim. Istri Fir’aun memilih untuk beriman pada Allah, padahal hal itu bertentangan dengan keyakinan dan keputusan suaminya. Dengan begitu, Al Qur’an setidaknya sudah mencontohkan bahwa perempuan beriman memiliki kemandirian untuk menentukan pilihan pribadi (termasuk masalah keyakinan) yang diyakini kebenarannya, kendati bertentangan dengan suaminya. Dan, jika pilihan perempuan itu benar di sisi Allah maka ia pun berhak mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT. Wallahu a’lam…


Baca Selengkapnya ....

Menikmati Indah Quality Time di D&C 19 Probolinggo

Posted by Lautan Hati Oela Saturday, 23 December 2017 0 comments

Tak dapat dipungkiri, Kota Probolinggo semakin hari semakin menampakkan perkembangan diri. Tak terkecuali dalam hal tata kota, nuansa alam, bahkan “keramahan untuk ditinggali”. Nah, hal yang terakhir disebut itu dapat terlihat dari banyak bermunculannya tempat-tempat nongkrong, tempat berkumpul bersama, atau bahkan ruang terbuka hijau. Salah satu tempat yang representatif untuk destinasi berkumpul bersama keluarga, sahabat, kerabat, atau sekedar ingin menikmati waktu sendiri adalah “D&C 19 Probolinggo” yang terletak di Jl. Pahlawan 19 Kota Probolinggo.
 Depot & Café Probolinggo atau yang biasa disebut dengan D&C Probolinggo itu senyatanya menjadi tempat yang nyaris tak pernah sepi pengunjung. Berdasarkan pengalaman pribadi, tempat ini memang cukup ampuh untuk mengusir penat diri. Lebih dari itu, D&C 19 Probolinggo juga mumpuni untuk dijadikan tempat berkumpul bersama demi membahas hal-hal yang cukup urgen. Beberapa kali pernah mengadakan meeting di tempat ini, dan merasa cukup nyaman lah…!
meeting bersama teman teman organisasi di  D&C
Namun sempat merasa kesal juga dengan D&C Probolinggo. Betapa tidak, ketika momen Romadhan, dan aku bertugas untuk reservasi tempat buka puasa sekaligus meeting bersama di D&C Probolinggo, aku harus kecewa karena semua sudut dan tempat sudah terbooking semua. Oh Tuhan…! betapa sial diriku saat itu. Tapi memang itu murni kesalahanku sih, karena aku reservasi tempat ketika sudah H-1 pelaksanaan. Maka wajar jika aku harus menelan kekecewaan karena semua tempat di D&C Probolinggo sudah penuh dipesan. So, ini bisa menjadi salah satu tips nih buat yang butuh dan mau reservasi tempat di D&C Probolinggo, jangan mendadak ya… kalau tidak mau mengalami pengalaman kekecewaan seperti saya😞 

Untuk kunjungan yang kesekian kali di D&C Probolinggo ini, sengaja mengajak sepupu yang beberapa waktu lalu berulang tahun, dan aku belum juga memberikan kado untuknya. Maka sebagai permintaan maaf, segera saja aku ajak dia menikmati waktu bersama di D&C Probolinggo. Tapi memang dasar anak kecil yang sudah penuh perhitungan, saat aku tawarkan permintaan maaf itu, dengan ringan dan santai dia menjawab “Ini hanya permintaan maaf yaa…. Bukan kado!”
Oh Tuhan…. pintar benar akal sepupu kecilku itu. Dari awal hari ulang tahunnya beberapa waktu lalu memang aku tanya perihal kado yang dia mau. Sontak dengan jelas ia mengutarakan keinginan memiliki jersey MU. Dan aku, hanya mampu menjanjikannya saja untuk sementara waktu. Hahahah…. Maka ketika kondisi hati sedang lelah, segera saja aku ajak dia ke D&C Probolinggo, alih-alih permintaan maaf karena kado ulang tahunnya belum tersampaikan. Heheheh….. Namun masih ada pertanyaan nakal lain dari sepupu kecilku itu. “Aku saja apa sama family, mbak…?” Oh My God… masih saja pertanyaan penuh perhitungan! Dasar memang anak kecil jaman sekarang. Tentu saja aku langsung jawab dengan nada sok bijak; “kan ini permintaan maaf karena belum ngasih kado ulang tahun, ya tentu saja hanya khusus yang kumintai maaf.” Tampak kemudian senyum kecil tersungging di bibirnya. Hmmm…..
Nah, tiba di lokasi parkir D&C Probolinggo, kami segera turun dan bergegas mencari tempat bersama. Sepupu kecilku tampak begitu bersemangat mencari cari sudut yang menyenangkan dalam versi dirinya. Maka aku turuti saja kemauannya memilih tempat duduk di sudut sebelah mana saja.

D&C Probolinggo memang sedikit berbeda dengan café café lainnya. Di D&C Probolinggo ini kita dapat menikmati makanan sembari ditemani pemandangan nuansa alam yang memikat hati. Bersantai dan makan bersama di tengah-tengah taman sembari ditemani suara gemericik air, nyala cahaya lampu yang menarik di malam hari. Belum lagi pelayanan yang ramah dari para waitres, ditambah pilihan menu yang beragam seakan menunjukkan paket komplit kenikmatan quality time di D&C Probolinggo.
Sudut tempat dan suasana ruangan tidak monoton di D&C Probolinggo, namun ada ragam pilihan. Sehingga jika menginginkan makan dan menikmati waktu secara outdoor, tinggal menuju sudut sebelah timur yang dipenuhi taman menawan. Sebaliknya, jika ingin lebih terkesan formal dan elegant, bisa memilih sudut sebelah barat dan selatannya. Jadi, benar-benar menyajikan ragam pilihan dan variasi sudut tempat, suasana, dan menu yang menarik bukan…..?!
Menu favoritku sih nasi goreng. Pasti sudah tak asing lagi kata nasi goreng. Yaaa… nasi goreng menjadi salah satu menu Indonesia yang sudah mendunia. Beberapa kali menikmati sajian nasi goreng di D&C Probolinggo senyatanya tak lantas membuat lidahku merasa jemu. Sedangkan minumannya, tentu saja Es Salju Oreo masih menjadi pilihan.
Es Salju Oreo

Berbeda dengan sepupuku, dia lebih memilih soto ayam sebagai menu favoritnya di D&C Probolinggo. Sebenarnya menu rawon milik D&C Probolinggo juga nendang lhoh! Tapi soto ayam nya juga tak kalah saing... (menurut sepupu kecilku yang penuh perhitungan itu)   😅

Maka  setelah  soto ayam dan pesanan lain kami datang, segera saja sepupuku  melahap soto ayam yang hangat dan menggugah selera itu. Mulanya aku tak yakin dengan porsi soto ayam yang tersaji di meja kami itu sepupuku mampu menghabiskannya. Namun dengan tegas sepupuku memastikan bahwa ia mampu melahapnya. Yaaaaaah.... baiklah! terserah dia saja lah

Dan tanpa banyak bicara lebih lanjut lagi, dengan cepat dan penuh semangat ia melancarkan aksinya untuk mengeksekusi soto ayam yang sudah tersaji.   

Tak lama berselang, semangkuk soto ayam yang benar benar menggugah selera tadi tiba tiba berubah menjadi mangkok kosong yang nyaris bersih tanpa sisa.....

Busyet.... cepet bener dia membereskan "pekerjaan dan aksinya" itu...... Lapar atau doyan... hahah    😛😜😆

Jadi, dugaanku yang semula kukira ia tak mampu menghabiskan seporsi soto ayam D&C yang tersaji itu ternyata salah besar. Kenyataan yang terjadi adalah, hanya dalam waktu sekejab saja sepupuku itu melahap habis soto ayam pesanannya. Untung saja mangkok dan sendok tak dilahapnya juga.... Ups!


 Menghabiskan waktu dan/atau menikmati quality time di D&C 19 Probolinggo tak ada ruginya memang. Mau bersama keluarga, sahabat, teman sejawat,  atau bahkan sendiri saja tetap asyik! Itu hanya pengalaman pribadi saya saja sih......
Namun bukan tidak mungkin jika berlaku juga bagi orang lain, termasuk Anda ...  😉


Baca Selengkapnya ....

Dzulhijjah 1438: Pemaknaan Sederhana dan Mendalam

Posted by Lautan Hati Oela Monday, 18 September 2017 0 comments
 Sebagai manusia yang sejatinya difungsikan sebagai kholifah, harusnya saya selalu mampu belajar banyak tentang banyak hal. Terlebih dalam momentum Dzulhijjah ini, maka saya harus belajar memaknainya dengan benar. Dan, tanpa saya sadari ternyata Allah mempertemukan saya dengan tulisan seorang senior dulu di kampus. Dengan mudah  tanpa resah, tangan saya serasa digerakkan untuk segera membuka postingan sang senior di salah satu acount media sosialnya. Perlahan saya baca dan mencoba memahami.... Ah, ini tulisan, catatan, sekaligus refleksi yang sangat bermakna buat saya..... Begini secara lengkap tulisan sang senior saya;


Idul Adha adalah representasi dialektika batiniyah antara hamba dengan Tuhannya. Memperingati Idul Qurban sama halnya dengan merayakan simbolisme kedekatan Sang kekasih (Kholilullah) dengan Sang Pencipta. Menyambut hari raya yang tepat di 10 Dzulhijjah ini tak ubahnya dengan selebrasi kelulusan hamba atas ujian menjawab atribut ke-aku-an dalam diri. Pendek kata, Idul Adha niscaya diletakkan sebagai titik hitung (ceck point) dalam proses membaca diri, menelaah, menganalisa, mengkritisi dan mendidik diri. Maka hari raya idul adha hanya akan menjadi rutinitas tahunan 'bagi-bagi daging', apabila semata dipahami sebagai upacara syar'i penyembelihan hewan kurban.

Pertama, sebagai dialektika batiniyah. Sebagai sang mesias yang mendapat julukan kekasih Allah (Kholilullah), Ibrahim mengalami mimpi aneh. Sebuah mimpi agar ia menyembelih anaknya sendiri, Ismail. Mimpi itu menantang Ibrahim membuktikan prosentase cintanya, lebih besar mana: antara cinta kepada anak ataukah cintanya kepada Tuhan. Ibrahim gelisah, ragu dan sekaligus bimbang. Gelisah akan kecintaan kepada sang anak. Ragu dan bimbang apakah ini benar2 perintah langsung dari Sang Pencipta. Dari sudut manusiawi, kegelisahan Ibrahim ini wajar, bagaimana mungkin tega menyembelih anak yang amat dicintainya. Demikian halnya, keraguannya pun manusiawi: 'masak iya' Tuhan sekejam itu menyuruhnya menyembelih anaknya. Jangan2 mimpi itu hanyalah hasutan iblis. Ibrahim pun merenung, ber-tadabbur, dan ber-muhasabah.
Mengapa harus melalui mimpi? Agar tidak ada keraguan dalam diri Ibrahim, bukankah Tuhan dapat memerintahkan malaikat untuk memberitahu Ibrahim? Tuhan bahkan bisa langsung memberitahu Ibrahim? Bagi saya, mimpi yang dipilih Tuhan untuk menyapa Ibrahim adalah ruang jeda atas kebutuhan melakukan permenungan. Dalam hidup, kita butuh jeda untuk permenungan semacam itu. Jeda dibutuhkan sebagai ruang kosong (kesunyian) dalam upaya ijtihad dialektis menemukan diri sebagai hamba (identitas) dan untuk menjumpai diri sejati (personalitas).
Dari permenungan mimpi itu, Ibrahim memperoleh pelajaran kehidupan bahwa anak yang ia miliki bukanlah hak milik, demikian pula harta, tahta dan status sosial. Semua yang ia punya sejatinya hanyalah sebuah 'pinjaman' dari sang Pencipta. Semua itu milik Tuhan semata.
Proses dialektika batin Ibrahim dipertaruhkan: apakah lebih mementingkan ego (pengakuan kepemilikan dan keakuan) ataukah mengutamakan kediriannya sebagai hamba yang tdk tahu apa-apa, tdk punya apa-apa, dan tdk bisa apa-apa. Sebuah kesadaran bahwa dunia ibarat sinetron komedi yang menyajikan skenario permainan dan lelucon (la'ibun wa lahwun). Proses permenungan ini lantas dinamakan 'tarwiyah' (berpikir/bermenung). Kita mengabadikan hal itu dengan puasa tarwiyah pada 8 Dzulhijjah.

Kedua, simbolisme kedekatan antara kekasih dengan Sang Pencipta. Telah dinyatakan dalam berbagai kitab suci agama-agama, bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dan paling dicintai. Seisi alam raya semata fasilitas, hiburan dan aksesoris yang dipersembahkan Tuhan untuk manusia. Saking cintanya kepada manusia, sampai-sampai Dia sendiri mendaulat manusia sebagai 'Wakil Tuhan di muka bumi' (Innii ja'ilun fil ardhi Kholifah). Maka manusia adalah ciptaan 'terkasih' Tuhan. Meski mempunyai banyak nama, tetapi Tuhan menegaskan kehadiranNya ditengah manusia sebagai Yang Maha Kasih dan Yang Maha Sayang, baik sebagai 'Arrahman' (kasih sayang yang meluas) maupun sebagai 'Arrahim' (kasih sayang yang mendalam).
Bisa jadi, perintah penyembelihan Ismail oleh Ibrahim melalui mimpi itu merupakan teguran sayangnya Tuhan kepada hambaNya. Jangan sampai jalinan cinta kasih yang terhubung antara hamba dan Tuhan itu terkontaminasi oleh kecintaan duniawi. Agar sinergi kontinum sistem alam raya selalu berpihak pada manusia. Sebab alam raya berjalan dalam sistem pengagungan kepada Tuhan (tasbih): 'Sabbaha lillahi ma fissamawati wama fil ardhi.' Dengan kata lain, jika ada ciptaan yang tidak mengagungkan Sang Penciptanya, maka ciptaan ini akan mengalami anomali (rusak dan menyimpang). Pada konteks inilah Tuhan memperingatkan Ibrahim selaku ciptaan terkasihNya.
Layaknya hubungan cinta dan kasih sayang, selalu ada cemburu. Seperti pepatah bilang, "cemburu adalah tanda cinta." Demikian halnya Tuhan. Dia Maha Cemburu. Ya, Tuhan memang Maha Pencemburu. Sebab laknatNya diberikan kepada ciptaan yang mengingkari cinta kasihNya (wa lain kafartum inna 'adzabii lasyadid). Bahkan saking cemburunya, Dia mengutuk perbuatan menduakanNya (menyekutukan/syirik): Innasy syirka la dulmun 'adhim. Barangkali atas dasar tanda cinta yang bernama cemburu inilah, Tuhan memperingatkan Ibrahim. Demikian gambaran simbolik kedekatan dan kemesraan antara hamba dan Tuhannya.

Ketiga, selebrasi kelulusan mengatasi atribut pengakuan dan keakuan. Seharian penuh Ibrahim galau dan gundah memikirkan mimpinya, dalam proses permenungan itu kehadiran iblis begitu dominan menguji kecintaan Ibrahim kepada Tuhan. Ditengah kegalauan, ibrahim bermimpi untuk kesekian kalinya. Hingga tumbuh keyakinan bahwa mimpi ini jelas perintah Allah. akhirnya, diceritakanlah mimpinya kepada sang istri, siti Hajar (ibu Ismail). Hajar berkata tulus ikhlas menekan segala cinta dunia, "Kalau memang menyembelih Ismail adalah perintah dariNya, maka harus dilaksanakan, tanpa ragu tanpa takut." Demikian halnya Ismail saat diberitahu sang ayah. Dengan penuh penerimaan Ismail menyetujui perintah tersebut dan menutup persetujuannya dengan kalimat indah, "Insya Allah ayah akan menemukanku dalam golongan orang-orang sholeh" (satajiduni insya Allah minash sholihin). Dialog antara ayah, ibu dan anak ini jelas menggambarkan tiga nilai kehidupan sekaligus, yakni: keyakinan, kepasrahan dan penerimaan.
Mendudukkan (nglungguhno/wuquf) tiga nilai kehidupan (yakin, pasrah, dan nerima) itu akan memosisikan kesadaran dalam upaya mengetahui (arafah) posisi diri. Dengan begitu, segala atribut pengakuan dan keakuan secara otomatis akan tersingkir seiring teguhnya dimensi penghambaan. Maka itu, kita memperingati puasa arafah yang artinya mengerti, yakni mengerti posisi hamba dalam upaya penyatuan (tauhid) dengan Tuhannya. Puasa arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Setelah melakukan permenungan (tarwiyah) dan mendudukkan (wuquf) pengertian-pemahaman (arafah), lengkaplah sudah dimensi uluhiyah dalam diri sang hamba. Maka menyembelih hewan kurban dapat dimaknai sebagai simbolisasi penyembelihan nafsu hewani yang ada dalam diri manusia. Nafsu hewani yang dapat mewujud dalam kerakusan, egoisme, homo homini lupus, maupun adigang-adigung-adiguna harus disembelih dan diputuskan dari urat nadi mentalitas dan perilaku kita. Sehingga akhirnya akan mengonversi pikiran, perasaan dan hawa nafsu menjadi akal, hati dan ruh. Dengan begitu, kita akan semakin dekat dengan sang Pencipta, sebagaimana arti qurban yang berasal dari kata qoroba-yaqrobu-qurban (dekat/kedekatan). 'Ala kulli hal, Idul Adha adalah momentum wisuda dan penerimaan ijazah kelulusan pencapaian manusia pada kesejatian diri melalui kesadaran tauhid (penyatuan). Semoga Allah senantiasa menganugerahi kita izin, ridho dan hidayahNya, Amiin. Wallahu A'lam bishowab. 

sumber asli tulisan bisa dibaca di: https://www.facebook.com/zainal.luthfi.5/posts/
Maka terimakasih untuk sang senior :)

Baca Selengkapnya ....

Seruan Seorang Hamba

Posted by Lautan Hati Oela Thursday, 10 August 2017 0 comments


Allah.......

Anugerahilah aku perpisahan total
dari yang selain Engkau.
Dan anugerahilah aku
keterikatan padaMu
serta cerahkanlah pandangan hatiku
dengan pandangan yang senantiasa menatapMu

Sehingga terkoyaklah hijab cahaya
dan tercapailah mata air kecemerlangan
dan jiwaku tercekam oleh cemerlangnya kesucian Mu

Jadikanlah aku salah satu dari orang yang menjawab
tatkala Engkau memanggilku
dan menyebut-nyebut kemegahanMu


Baca Selengkapnya ....
Cara Buat Email Di Google | Copyright of Lautan Hati Oela.